MAKASSAR — Pemimpin Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi menyatakan pasokan beras premium terus disalurkan secara kontinu ke pasar tradisional maupun ritel modern. Produksi beras Sulsel yang melimpah membuat isu kelangkaan tidak berdampak signifikan di wilayah ini.
"Kami mensuplai secara kontinu beras premium, di retail-retail modern maupun pasar-pasar tradisional," kata Fahrurozi.
Sepanjang September 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 540 ton beras premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel. Distribusi menyasar sejumlah ritel modern, termasuk Benteng Mart.
Selain lewat ritel, Bulog menyediakan beras premium dan medium melalui Rumah Pangan Kita (RPK) Pa'baeng-baeng. Langkah itu memperluas akses warga terhadap beras premium.
Fahrurozi menyebut beras premium memiliki segmen pasar berbeda dengan beras medium. Beras premium umumnya menyasar masyarakat kelas menengah ke atas yang tidak terlalu mempertimbangkan harga.
Untuk menjaga pasokan hingga akhir tahun, Bulog menggandeng sejumlah penggilingan. "Kami juga melakukan kerjasama dengan beberapa penggilingan untuk memastikan supply beras premium terjaga sampai akhir tahun nanti," ujarnya.
Harga beras premium di Sulsel mulai mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi seiring meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah.
Wilayah Luwu Raya dan Pinrang menjadi salah satu sumber pasokan yang masih tersedia. Kondisi itu turut menjaga ketersediaan beras premium di pasaran.
Fahrurozi menyebut harga beras premium saat ini turun sekitar Rp300 dibandingkan bulan sebelumnya. Harga gabah di tingkat lapangan juga turun dari sekitar Rp7.500 menjadi kisaran Rp7.200 per kilogram.
Harga beras premium yang sebelumnya sekitar Rp14.900 mulai ditemukan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bulog bersama Satgas Pangan rutin melakukan pemantauan harga dan distribusi beras di sejumlah daerah. Monitoring dilakukan bersama Polda Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Perdagangan.
Pemantauan terakhir dilakukan di Bulukumba dan dilanjutkan di wilayah Toraja. "Hampir setiap hari kami melakukan kunjungan ke pasar bersama tim Satgas Pangan dari Polda," kata Fahrurozi.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia di pasaran. Tim juga memantau harga agar tidak melebihi harga acuan atau HET yang ditetapkan.
"Yang kedua, harga yang kami pastikan agar tidak sampai melewati harga acuan atau harga eceran tertinggi," pungkas Fahrurozi.