SULAWESI SELATAN — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi mobil listrik murni pada Agustus 2026 menyentuh 17.413 unit. Angka ini naik sekitar 24,63 persen dibanding Juli yang tercatat 13.972 unit.
Secara kumulatif, wholesales BEV sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 101.171 unit. Capaian itu tumbuh 99,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Atto 1 mendominasi klasemen dengan distribusi ke dealer sebanyak 5.560 unit. Posisi kedua ditempati Jaecoo J5 yang membukukan 3.214 unit.
Geely EX2 menyusul di urutan ketiga dengan 1.495 unit. Jarak Atto 1 dengan dua pesaing terdekatnya masih cukup lebar.
Aira EV yang baru diluncurkan akhir Juli di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mencatat wholesales 754 unit. Model ini digadang-gadang menjadi penantang Atto 1 di segmen city car listrik.
Soal harga, Aira EV dilego jauh di bawah Atto 1. Varian Standard Range dibanderol Rp 155 juta, sedangkan Long Range Rp 175 juta.
Persaingan di segmen mobil listrik ringkas mulai menghangat. Aira EV hadir dengan harga agresif, tetapi volume awalnya belum menembus posisi tiga besar.
Jaecoo J5 dan Geely EX2 justru menunjukkan penetrasi lebih cepat meski tidak menyasar segmen yang sama persis dengan Atto 1.
Dari sisi merek, BYD menempatkan tiga model di 10 besar: Atto 1, M6 EV, dan Atto 3. Geely dan Wuling masing-masing menyumbang dua model.
Pertumbuhan hampir dua kali lipat secara tahunan menandakan adopsi BEV di pasar lokal makin cepat. Namun dominasi satu model di puncak klasemen menjadi catatan tersendiri bagi pemain baru.
Bagi calon pembeli, kehadiran Aira EV di bawah Rp 160 juta memperluas pilihan di kelas entry-level. Pantau terus pergerakan wholesales bulan berikutnya untuk melihat apakah Aira EV mampu merangsek ke posisi tiga besar.