BARRU — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Barru mendorong berbagai elemen masyarakat bergerak bersama. Hingga Selasa (15/9/2026), sebanyak 27 entitas telah menyatakan komitmen untuk berkolaborasi dalam gerakan "Barru Bermunajat – Sholat Istisqa".
Penggagas sekaligus Pimpinan dan Pengasuh Masjid Modern Kurir Langit, H. A. Muhammad Nur Syahid M., S.E., M.E., menyebut jumlah peserta masih terus bertambah. "Saat ini sudah ada 27 entitas yang bergabung berkolaborasi untuk Barru Bermunajat dan Sholat Istisqa. Kita terus menggalang kebersamaan dari semua organisasi, lembaga, institusi, dan komunitas," ujar Syahid.
Sejumlah organisasi besar memastikan keikutsertaannya. Dari kalangan keagamaan ada DDI Barru, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ICMI, Wahdah Islamiyah, LP Ma'arif NU, Muslimat NU, BKPRMI, dan MD KAHMI Barru.
Dari dunia pendidikan, turut bergabung SMA Negeri 1 Barru, IKA SMAN 1 Barru, ITBA Al Gazali Barru, STAI Al Gazali Barru, serta PGMI Barru. Organisasi kepemudaan dan profesi seperti Pemuda Muhammadiyah, GAPPEMBAR, PWI Barru, hingga komunitas ojek online juga menyatakan ikut serta.
Ketua DMI Kabupaten Barru, Dr. Ir. Abustan, M.Si., mengatakan keputusan menggelar Sholat Istisqa diambil setelah melihat kondisi kekeringan yang semakin dirasakan warga. Abustan yang juga menjabat Wakil Bupati Barru menyebut tanah di sejumlah wilayah mulai retak.
"Melihat perkembangan situasi dan diskusi bersama Presiden Kurir Langit, DMI berinisiatif untuk menyelenggarakan Sholat Istisqa di Lapangan Masjid Kurir Langit. Saat ini sudah tidak ada tanah yang tak retak di Barru," kata Abustan.
Ia berharap masyarakat hadir bersama-sama untuk mendoakan keselamatan warga dan daerah Kabupaten Barru.
Sholat Istisqa dilaksanakan Jumat pagi di Lapangan Masjid Modern Kurir Langit. Khotbah akan disampaikan Gurutta Prof. (H.C.) Dr. Muhammad Aidy Syam, S.H.I., M.H.I. Warga diminta sudah berada di lokasi sejak pukul 06.00 WITA.
Panitia mengimbau peserta mengedepankan kesederhanaan dan kekhusyukan. Warga diminta mengenakan pakaian biasa atau reguler, tidak bermewah-mewah, dan membawa keluarga, orang tua, anak-anak, serta kaum duafa.
Sebelum berangkat ke lokasi, masyarakat dianjurkan melaksanakan sholat taubat dan memperbanyak istighfar dari rumah masing-masing. Melalui gerakan ini, puluhan lembaga berharap doa bersama menjadi ikhtiar spiritual agar hujan segera turun dan kekeringan di Barru berakhir.