SULAWESI SELATAN — Tanah Bumbu — Warga Desa Mangkalapi menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau: air bersih sulit didapat. Permukiman mereka jauh dari sungai, sehingga pasokan harian kerap tersendat. Sejumlah pengeboran sebelumnya pun tak menemukan sumber air yang memadai.
Kondisi itu mendorong PT Cipta Kridatama (CK) membangun embung di wilayah operasionalnya. Perusahaan jasa pertambangan anak usaha PT ABM Investama Tbk. (ABMM) ini membangun fasilitas penampungan air di atas lahan yang dihibahkan Kepala Desa Mangkalapi, Sahrani.
Embung berukuran sekitar 30 meter x 70 meter dengan tinggi mencapai delapan meter. Proses pengeboran dalam untuk mengisi embung masih berlangsung. Pengeboran telah mencapai kedalaman 95 meter dari target sekitar 110 meter.
Pembangunan tidak berhenti di embung. CK juga membangun tower penampungan, memasang jaringan pipa, dan menyambungkannya ke sekitar 250 rumah warga. Jaringan pipa dari embung menuju tower dilaporkan sudah selesai.
Direktur CK Roni Setyawan menegaskan kehadiran perusahaan di suatu wilayah harus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Air bersih dipilih sebagai titik awal karena berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga, ketahanan pangan, dan kesiapan warga menghadapi kemarau panjang.
"Salah satu bentuk keberhasilan program sosial adalah keberlanjutannya. Program itu akan hidup ketika masyarakat ikut mengelolanya, manfaatnya bisa dirasakan setiap hari, dan masyarakat terlibat sejak dari perencanaan hingga perawatan embung. Dengan demikian, fasilitas ini menjadi milik bersama yang terus bermanfaat lintas generasi. Embung Mangkalapi adalah komitmen CK untuk hadir dengan solusi yang dirasakan langsung masyarakat," kata Roni Setyawan.
Peresmian embung dihadiri perwakilan Mabes TNI, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Pemerintah Kecamatan Teluk Kepayang, Pemerintah Desa Mangkalapi, manajemen CK Site BIB (Borneo Indobara), dan masyarakat setempat.
Camat Teluk Kepayang Joni Swarno mengapresiasi pembangunan embung karena dinilai membantu warga menghadapi tekanan ketersediaan air, terutama pada musim kemarau. Kepala Desa Sahrani menambahkan, sekitar 250 rumah tangga di desanya membutuhkan pasokan air bersih, sementara permukiman cukup jauh dari sungai.
"Kehadiran embung menjadi langkah penting membantu masyarakat menghadapi kelangkaan air bersih saat kemarau. Kami berharap proses penggenangan segera tuntas sehingga fasilitas dimanfaatkan penuh oleh masyarakat, terutama menjelang puncak kemarau berikutnya," tutup Roni.
Bagi CK, embung di Desa Mangkalapi bukan titik akhir. Perusahaan menyatakan kolaborasi dengan masyarakat akan berlanjut ke program sosial lain di wilayah operasionalnya. Langkah ini menjadi bagian dari praktik tanggung jawab sosial perusahaan jasa pertambangan yang beroperasi di kawasan Kalimantan Selatan.