SULAWESI SELATAN — Desa Wisata Simarasok bukan nama asing di peta pariwisata Sumatera Barat. Kini, desa yang mengusung keaslian alam dan budaya Minangkabau ini naik kelas setelah lolos dari 30 desa wisata se-Indonesia dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.
Pengumuman 15 besar dilakukan pada Senin (7/9) malam. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Kasman Zaini, di Lubuk Basung, Selasa (8/9).
Di tengah gencarnya pembangunan destinasi modern, Simarasok justru memilih jalan sebaliknya: mempertahankan keaslian. "Menjadi keunggulan kita di Simarasok adalah masih asli, asri, dan mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang ada, serta pesona alam yang masih terjaga," kata Kasman Zaini.
Filosofi ini yang diyakini menjadi pembeda Simarasok dibanding desa wisata lain. Bukan sekadar pemandangan, melainkan ekosistem budaya dan alam yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
Kabar baik ini bukan akhir perjalanan. Simarasok kini bersiap menghadapi tahap penilaian paling krusial: visitasi langsung dari tim juri Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Jadwal penilaian lapangan berlangsung mulai September sampai Oktober 2026.
Persiapan matang tengah dilakukan untuk membuktikan data dan indikator penilaian di lapangan. Aspek yang dinilai meliputi kelembagaan, pengelolaan, atraksi, aspek lingkungan, ekonomi, peran masyarakat, amenitas, aksesibilitas, homestay, kemitraan, hingga digitalisasi.
Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Adek Ariani, mendampingi langsung proses ini. Pihaknya tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan Tim Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UKM, hingga Diskominfo Agam.
Lolos ke 15 besar WIA 2026 menjadi kebanggaan ganda. Bukan hanya untuk Kabupaten Agam, tapi juga Sumatera Barat secara keseluruhan. Prestasi ini disebut sebagai bukti bahwa potensi alam, budaya, ekonomi kreatif, dan keramahan masyarakat Simarasok mampu bersinar di tingkat nasional.
"Kita berharap dengan keunggulan yang dimiliki Desa Wisata Simarasok, maka terpilih menjadi terbaik nantinya," ujar Kasman Zaini.
Setelah rangkaian visitasi selesai, tim juri Kemenpar akan menetapkan perangkingan pemenang sesuai kategori masing-masing. Bagi traveler yang ingin merasakan suasana desa wisata autentik sebelum penilaian berlangsung, berkunjung ke Simarasok bisa menjadi pilihan tepat untuk melihat langsung bagaimana sebuah desa menjaga warisan budaya dan alamnya.