Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan membekali pelajar SMA dan SMK pengetahuan berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS (Pilketos) yang akan digelar serentak pada 30 September 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Sulsel dan melibatkan KPU di 24 kabupaten kota sebagai bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan.
MAROS — Ratusan ribu pelajar tingkat akhir di Sulawesi Selatan akan merasakan pengalaman memilih langsung dalam Pilketos serentak yang dijadwalkan 30 September 2026. Program ini dirancang bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang belajar praktis sebelum mereka menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Anggota KPU Maros, Nurul Amanah, menyebut kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman nyata kepada siswa. "Anak-anak perlu mengalami sendiri prosesnya, mulai dari mengenal calon, visi-misi, menentukan pilihan, hingga menghormati hasilnya," katanya saat sosialisasi di Kantor KPU Maros, Selasa.
Pilketos ini menjadi momentum strategis karena menyasar generasi yang akan menggunakan hak pilihnya pada kontestasi nasional mendatang. Anggota KPU Luwu, Suherman, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi sejak dini akan membuat pemilih pemula berperan aktif di setiap tahapan, mulai dari Pileg, Pilpres, hingga Pilkada.
"Mereka harus dikenalkan dan memahami arti pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat. Pilketos sebagai media demokrasi di sekolah, memastikan pemilihan dan melahirkan pemimpin yang mampu menegakkan demokrasi di lingkup sekolah," ujar Suherman.
Nurul mengingatkan siswa agar tidak memilih berdasarkan popularitas semata. Ia mendorong pelajar menilai gagasan dan komitmen calon, bukan sekadar ajakan teman. Prinsip ini dinilai penting untuk membiasakan perilaku memilih yang sehat sejak di bangku sekolah.
Pesan lain yang ditekankan adalah menjaga persaudaraan pasca-pemilihan. "Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai membuat kita bermusuhan. Setelah pemilihan selesai, kita tetap satu sekolah, tetap berteman, dan bersama-sama membangun sekolah," tuturnya.
Bagi kandidat yang terpilih, KPU berpesan agar menjadi pemimpin untuk semua siswa. Sementara bagi yang kalah, momen ini harus dijadikan pengalaman berharga tanpa patah semangat.
Nurul menekankan bahwa esensi demokrasi tidak berhenti pada hari pemungutan suara. Nilai-nilai seperti mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat dengan santun, serta mengambil keputusan bertanggung jawab menjadi bekal hidup di masyarakat.
"Momen ini memilih ketua OSIS, ke depan kalian memilih dalam Pemilu maupun Pemilihan (Pilkada). Satu suara adalah tanggung jawab terhadap masa depan," ucapnya menambahkan.
Pihaknya mengajak seluruh sekolah, guru, dan siswa menyukseskan Pilketos pada 30 September 2026. Pengalaman ini dinilai menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menyalurkan hak pilihnya secara bertanggung jawab di masa depan.