MAKASSAR - Kuliner malam di Makassar bukan sekadar urusan mencari makanan setelah matahari tenggelam.
Di Kota Daeng, malam punya aroma sendiri: kuah rempah yang mengepul, ikan bakar yang baru diangkat dari bara, pisang kepok yang dipipihkan di atas panggangan, hingga kedai sederhana yang mulai ramai ketika jalanan beranjak sepi.
Bagi pencinta makanan, kuliner malam di Makassar menawarkan pengalaman yang jauh lebih berwarna daripada sekadar makan malam, terutama karena banyak hidangan khas Sulawesi Selatan justru terasa paling nikmat ketika disantap hangat dalam suasana malam.
Dari kawasan Losari sampai kedai-kedai yang tersebar di pusat kota, pilihan bisa disusun berdasarkan jenis makanan, anggaran, dan jam operasional.
Malam hari membuat karakter kuliner Makassar terasa lebih kuat dan santai.
Portal pariwisata resmi Makassar menempatkan Coto Makassar, Konro, Pallubasa, dan Es Pisang Ijo sebagai bagian dari daya tarik kuliner kota.
Sementara Pantai Losari dikenal sebagai salah satu ruang publik ikonik yang dapat dikunjungi sepanjang hari dan menawarkan pilihan seperti pisang epe serta mie titi.
Ada alasan mengapa kuliner malam begitu lekat dengan Makassar. Banyak hidangan tradisional memiliki karakter gurih, kaya rempah, dan cocok disantap panas-panas.
Coto, konro, dan pallubasa misalnya, bukan makanan yang mengandalkan rasa ringan. Kuah dan bumbunya membutuhkan waktu pengolahan sehingga menghasilkan rasa yang dalam.
Di sisi lain, malam juga membuka ruang bagi makanan yang lebih santai: jajanan, seafood, kopi, dan kudapan manis.
Bagian ini menjadi panduan praktis untuk menentukan tempat berdasarkan jenis makanan dan waktu berkunjung.
Tidak semua tempat cocok untuk semua kebutuhan.
Ada lokasi yang ideal untuk makan cepat, ada yang lebih cocok untuk keluarga, sementara sebagian lainnya pas untuk menghabiskan malam sambil menikmati suasana kota.
Pallubasa Serigala menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencinta hidangan berkuah khas Makassar. Lokasinya berada di Jalan Serigala No. 56, Mamajang Dalam.
Data operasional terbaru yang tersedia menunjukkan tempat ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00–23.30, sehingga cukup masuk akal dimasukkan dalam agenda makan malam.
Pallubasa memiliki karakter berbeda dari coto meskipun sama-sama menggunakan daging dan jeroan sapi. Kuahnya pekat, gurih, dan sarat rempah. Bagi yang menyukai makanan dengan rasa kuat, hidangan ini layak ditempatkan di urutan awal.
Cocok untuk:
Kisaran harga yang tercatat saat ini berada di sekitar Rp25.000–Rp50.000.
Pallubasa Onta mempunyai daya tarik berbeda karena jam operasionalnya sangat panjang. Data bisnis terkini mencatat operasional sekitar pukul 08.00 hingga 05.00 keesokan hari.
Lokasinya berada di Jalan Onta Lama No. 103, kawasan Mandala, Mamajang.
Pilihan ini menarik untuk perjalanan yang tidak mengikuti jam makan malam konvensional. Ketika sebagian restoran mulai tutup, hidangan berkuah panas justru masih bisa menjadi pilihan.
Waktu yang menarik untuk datang:
Kisaran harga yang tersedia berada di sekitar Rp25.000–Rp50.000.
Sop Saudara Irian menjadi salah satu pilihan yang paling menarik bagi pemburu makanan setelah tengah malam karena data operasional terbaru menunjukkan tempat ini buka 24 jam.
Lokasinya berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 40, Pattunuang, Wajo.
Sop Saudara merupakan bagian dari tradisi kuliner Sulawesi Selatan. Hidangan ini biasanya menghadirkan kuah berbumbu dengan daging dan pelengkap yang membuatnya cukup mengenyangkan.
Keunggulan utama tempat seperti ini bukan hanya makanan, tetapi fleksibilitas waktunya. Perjalanan malam, pekerja dengan jam pulang tidak tetap, atau wisatawan yang baru kembali dari kegiatan dapat tetap mencari makanan hangat.
Pantai Losari bukan hanya tempat menikmati matahari terbenam. Setelah sore berganti malam, kawasan ini tetap menarik untuk mencari jajanan dan makanan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan menyebut Pantai Losari sebagai atraksi wisata ikonik Makassar yang dapat dikunjungi 24 jam tanpa biaya masuk. Pisang epe dan mie titi termasuk makanan yang dapat ditemukan di kawasan tersebut. (Sulawesi Selatan Culture & Tourism)
Portal Indonesia Travel juga menjelaskan bahwa pisang epe merupakan kudapan khas Sulawesi Selatan, terutama Makassar, yang dibuat dari pisang kepok yang dibakar lalu dipipihkan dan disiram saus gula aren. Kudapan tersebut memang identik dengan suasana malam di sekitar Losari. (Visit Indonesia)
Pisang epe mungkin terlihat sederhana, tetapi proses pembuatannya membuat makanan ini memiliki karakter tersendiri.
Pisang kepok dibakar, dipipihkan, kemudian diberi saus gula merah. Beberapa penjual menawarkan tambahan keju, cokelat, atau durian. Indonesia Travel mencatat kisaran harga sekitar Rp10.000–Rp25.000 per porsi, bergantung topping. (Visit Indonesia)
Ada alasan kuat untuk menyantapnya setelah makan berat. Teksturnya kenyal, aroma pisangnya keluar dari proses pembakaran, sementara saus gula memberikan rasa manis dan karamel.
Strategi menikmati pisang epe:
Indonesia Travel mencantumkan sejumlah titik pisang epe di sekitar Losari, termasuk area Jalan Ali Malaka dan Jalan Lamadukelleng, dengan jam operasi yang dapat berlangsung hingga tengah malam. (Visit Indonesia)
Makassar merupakan kota pesisir dengan tradisi makanan laut yang kuat.
Portal wisata kuliner Makassar menyebut ikan baronang, kakap, kerapu, cumi, udang, kepiting, serta berbagai olahan seafood sebagai pilihan kuliner kota. Ikan bakar dengan sambal atau bumbu rica-rica juga menjadi salah satu pilihan yang menonjol. (Wisata Makassar)
Ratu Gurih Seafood Market & Resto berada di Jalan Lamaddukelleng No. 9, kawasan Losari.
Data terbaru menunjukkan operasional sekitar pukul 11.00–22.00 setiap hari dengan kisaran harga Rp50.000–Rp175.000.
Tempat seperti ini lebih tepat untuk makan bersama daripada sekadar mencari makanan cepat. Pilihan seafood dapat dipesan untuk dibagi, sehingga lebih efisien jika datang dalam kelompok.
Menu yang layak dipertimbangkan:
Mas Daeng berada di Jalan Arief Rate No. 27 dan dikenal sebagai restoran ikan bakar.
Data operasional terbaru menunjukkan jam buka sekitar 08.00–23.30, dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.
Bagi pencinta ikan bakar, karakter makanan seperti ini sangat cocok untuk makan malam karena aroma asap dan bumbu terasa lebih menggugah selera setelah aktivitas seharian.
Coto merupakan salah satu hidangan yang paling erat dengan identitas kuliner Makassar.
Portal resmi pariwisata Makassar menggambarkan coto sebagai bagian dari kekayaan kuliner kota bersama konro dan pallubasa.
Kuliner Sulawesi Selatan secara umum dikenal memiliki cita rasa kuat dan banyak menggunakan rempah.
Coto Daeng Sirua berada di Jalan Abdullah Daeng Sirua No. 10, Panakkukang.
Data terkini mencatat tempat ini buka sekitar pukul 07.30–23.00 dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.
Coto biasanya disantap bersama ketupat atau buras. Perpaduan kuah rempah, daging, dan pelengkap tersebut membuat satu mangkuk terasa cukup mengenyangkan.
Tips memilih coto:
Konro merupakan pilihan yang lebih menonjolkan iga sapi.
Versi kuah mempunyai rasa rempah dan warna gelap yang khas, sedangkan konro bakar mengedepankan aroma panggangan dan tekstur daging. Keduanya dapat menjadi pilihan makan malam yang lebih berat.
Konro Karebosi berada di Jalan Gunung Lompobattang No. 41–43.
Data terbaru mencatat jam operasi sekitar pukul 10.30–22.30 setiap hari dengan kisaran harga Rp75.000–Rp100.000.
Karena tutup sekitar pukul 22.30, tempat ini lebih tepat dikunjungi untuk makan malam awal daripada dijadikan tujuan setelah tengah malam.
Waktu ideal:
Harga makanan di Makassar sangat beragam. Tidak perlu selalu memilih restoran dengan harga tinggi untuk mendapatkan pengalaman khas.
Pilihan dapat diarahkan pada:
Pilihan mulai lebih luas:
Pilihan dapat bergeser ke:
Daripada berpindah secara acak, perjalanan kuliner dapat dibuat berdasarkan kawasan.
Salah satu pola yang praktis adalah memulai dari kawasan pusat kota kemudian berakhir di Losari.
Contoh rute malam
17.30–18.30: makan utama berupa coto, konro, atau pallubasa.
19.00–20.00: berjalan santai menuju kawasan Losari.
20.00–21.00: menikmati pisang epe dan suasana pantai.
21.00–22.00: mencari kopi atau makanan ringan.
Setelah 22.00: jika masih lapar, pilih tempat yang memiliki jam operasional lebih panjang.
Pola seperti ini membuat wisata kuliner tidak berubah menjadi perjalanan berpindah tempat tanpa arah.
Kualitas pengalaman tidak hanya ditentukan oleh rasa makanan.
Perhatikan lima hal berikut
Jam operasional pada data bisnis dapat berubah karena hari libur, acara khusus, atau kebijakan pemilik. Pengecekan pada hari kunjungan tetap disarankan.
Kuliner khas bukan hanya soal mengambil foto lalu pergi.
Ada proses panjang di balik seporsi coto, pallubasa, konro, atau pisang epe. Banyak resep berkembang dari tradisi keluarga dan kebiasaan masyarakat setempat.
Pengalaman kuliner akan terasa lebih hidup ketika makanan dipahami sebagai bagian dari budaya, bukan sekadar objek konten.
Coto Makassar, pallubasa, konro, ikan bakar, dan pisang epe termasuk pilihan yang paling relevan untuk mengenal karakter kuliner Makassar.
Portal pariwisata resmi juga menempatkan coto, konro, pallubasa, dan pisang ijo sebagai kuliner unggulan.
Kawasan Pantai Losari merupakan salah satu lokasi paling identik dengan pisang epe. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan secara khusus menyebut pisang epe sebagai salah satu makanan yang dapat dinikmati di kawasan tersebut.
Ada. Data operasional terbaru mencatat Pallubasa Onta beroperasi hingga sekitar pukul 05.00 dan Sop Saudara Irian buka 24 jam.
Tidak. Banyak makanan khas seperti coto, pallubasa, dan sop berada pada kisaran harga yang relatif terjangkau. Harga seafood dan restoran premium tentu dapat lebih tinggi.
Sekitar pukul 18.00–21.00 merupakan waktu yang fleksibel untuk makan malam, berjalan-jalan, dan menikmati jajanan. Untuk makanan larut malam, pilih tempat yang memang memiliki jam operasional hingga tengah malam atau dini hari.
Makassar punya cara sendiri untuk membuat malam terasa panjang: semangkuk kuah rempah, ikan yang baru turun dari bara, lalu pisang epe hangat sebagai penutup sambil menikmati angin Losari.
Tidak perlu mengejar terlalu banyak tempat dalam satu malam. Satu hidangan yang benar-benar dinikmati sering kali meninggalkan cerita lebih kuat daripada daftar panjang tempat makan.
Itulah ruh kuliner malam di Makassar—hangat, berani rasa, dan selalu punya alasan untuk kembali.