MAKASSAR — Program Manager Educare LAZ Hadji Kalla, Sitti Nurkaya Basri, menyampaikan bahwa keberagaman asal perguruan tinggi para penerima menjadi bukti nyata semangat inklusivitas yang diusung program ini. Dukungan pendidikan tidak hanya menyasar mahasiswa dari kampus-kampus besar di perkotaan, tetapi juga menjangkau perguruan tinggi swasta di berbagai daerah.
“Program Educare kami hadir untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria. Kami melihat bahwa kebutuhan terhadap dukungan pendidikan tidak hanya datang dari mahasiswa di kampus-kampus besar, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi yang berada di daerah. Karena itu, keberagaman penerima manfaat menjadi bagian penting dari semangat program ini,” jelasnya, Senin (24/8/2026).
Dari 64 mahasiswa yang dinyatakan lolos, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan UIN Alauddin Makassar tercatat sebagai kampus dengan jumlah penerima manfaat terbanyak. Keduanya disusul Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai (UIAD Sinjai), dan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Komposisi ini memperlihatkan bahwa beasiswa terbuka lebar bagi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta secara berimbang.
Selain lima kampus dominan tersebut, penerima manfaat juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi lain di luar Makassar. Beberapa di antaranya adalah Institut Agama Islam Negeri Bone (IAIN Bone), Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), dan Universitas Islam As’adiyah Sengkang (UNISAD).
Tak hanya itu, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Tadulako (Untad), dan Universitas Terbuka Makassar (UT Makassar) juga turut menjadi bagian dari program ini. Bahkan, sejumlah mahasiswa dari Pulau Jawa seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Indonesia (UI) juga tercatat sebagai penerima.
Keberagaman ini menegaskan bahwa dukungan pendidikan melalui Beasiswa Kalla tidak terpusat pada satu kampus atau wilayah tertentu. Mahasiswa dari daerah memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi persyaratan dan melewati proses seleksi yang ditetapkan.
“Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi dukungan secara finansial, tetapi juga dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya dengan baik, terus berprestasi, dan nantinya memberikan manfaat kembali kepada masyarakat,” tambah Sitti Nurkaya.
Beasiswa Kalla merupakan wujud komitmen LAZ Hadji Kalla dalam menghadirkan manfaat zakat di sektor pendidikan. Dengan cakupan pendaftar yang luas, program ini dirancang untuk menjaring mahasiswa dari latar belakang kampus yang beragam.
Bagi mahasiswa yang belum berkesempatan mendaftar di gelombang pertama, Beasiswa Kalla Gelombang 2 masih terbuka hingga 31 Agustus 2026. Calon pendaftar dapat mengakses formulir pendaftaran melalui tautan bit.ly/CobaBeasiswaKalla2026.