MAKASSAR — Museum Karaeng Pattingalloang tidak lagi hanya bisa dinikmati di dalam gedung. Selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus 2026, koleksi bersejarah itu diboyong ke Lantai 3 Mall Panakkukang melalui program bertajuk "Museum Masuk Mall" yang digagas Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbupar Sulsel.
Kegiatan ini dirancang menggabungkan pameran artefak dengan perlombaan yang mengusung semangat kemerdekaan. Targetnya jelas: menjangkau keluarga dan generasi muda yang selama ini menganggap museum sebagai ruang yang kaku dan jauh dari keseharian.
Sepanjang acara berlangsung, panitia menyiapkan tiga jenis perlombaan utama dengan segmen peserta yang berbeda. Pertama, Beauty Class bertema "Cantik Berbudaya" yang khusus diikuti anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan.
Lomba ini bukan sekadar soal penampilan. Para peserta diajak memadukan estetika rias dengan penghayatan nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Selatan.
Kedua, Lomba Permainan Kemerdekaan yang mengisi suasana mall dengan kegembiraan. Ketiga, Lomba Rangking 1 yang menguji wawasan peserta tentang sejarah dan budaya, menanamkan rasa cinta tanah air secara lebih ringan dan kompetitif.
Kehadiran museum di pusat keramaian merupakan langkah strategis untuk memecah kesan elitis yang melekat pada ruang pameran konvensional. Dengan lokasi di mall, pengunjung yang awalnya datang untuk berbelanja dapat secara tidak sengaja berinteraksi dengan warisan leluhur.
Model ini dinilai efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulsel kepada khalayak yang lebih luas. Anak-anak muda yang menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan bisa melihat langsung koleksi bersejarah tanpa harus merasa sedang berada di lingkungan formal.
Disbupar Sulsel berharap pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan ini mampu menumbuhkan rasa mengenal, memahami, hingga mencintai warisan budaya daerah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi sejarah tidak selalu harus berlangsung di ruang tertutup.
Dengan membuka akses seluas-luasnya di ruang publik, pengenalan terhadap koleksi Museum Karaeng Pattingalloang diharapkan berkelanjutan, tidak berhenti setelah rangkaian lomba usai.