MAKASSAR — Rombongan konvoi Vespa yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu memulai perjalanan dari halaman Balaikota Makassar. Turut hadir dalam rombongan tersebut Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, dan Bupati Sidenreng Rappang Saharuddin, serta para ASN lingkup Pemkot Makassar.
Setelah dilepas dari Balaikota, konvoi bergerak menuju kawasan CPI yang menjadi lokasi utama kegiatan penanaman pohon. Aksi penghijauan tersebut berlangsung di ruas jalan menuju Masjid 99 Kubah, sebuah kawasan yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebanyak 18 bibit pohon tabebuya ditanam dalam kegiatan ini. Pemilihan tabebuya dinilai tepat karena pohon ini memiliki tajuk yang rindang serta bunga berwarna cerah yang dapat mempercantik wajah kota.
Sebelum melepas rombongan, Munafri yang dikenal sebagai wali kota pencinta Vespa ini menyampaikan apresiasinya atas antusiasme Zudan yang juga berperan sebagai pembina komunitas Vespa ASN. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkendara bersama, melainkan sarana kampanye keselamatan berkendara bagi jajaran pemerintah.
"Hari ini kita akan jalan menuju ke CPI untuk kegiatan penanaman pohon. Saya berharap kita semua sopan di jalan, menghargai pengguna jalan yang lain dan menaati aturan-aturan lalu lintas," tuturnya kepada para peserta konvoi.
Setelah menuntaskan penanaman pohon, Zudan menyampaikan tanggapannya secara langsung. Ia menilai aksi ini merupakan langkah positif yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat perkotaan.
"Ini kegiatan yang positif dan pastinya bermanfaat," katanya singkat usai menanam pohon.
Kehadiran pejabat pusat dalam agenda penghijauan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam pengelolaan ruang terbuka hijau. Makassar sendiri tengah berupaya memperbanyak tutupan vegetasi di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur.
Setelah kegiatan penanaman selesai, rombongan melanjutkan perjalanan melintasi Jalan A.P Pettarani dan akhirnya berakhir di sebuah kafe di kawasan Hertasning. Sepanjang perjalanan, konvoi tetap menjaga ketertiban dan mematuhi rambu lalu lintas sebagaimana diingatkan oleh wali kota.