SULAWESI SELATAN — Kebiasaan mengompol saat tidur malam memang menjadi fase yang menantang bagi sebagian besar orang tua. Namun, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus ketika buah hati sudah menginjak usia di atas lima tahun dan masih belum bisa mengontrol buang air kecil di malam hari.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada terhadap kondisi ini. Ia membagikan sejumlah tips yang bisa langsung dipraktikkan di rumah agar si kecil tidak terus mengompol.
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan orang tua adalah membiarkan anak minum dalam jumlah banyak menjelang tidur karena khawatir dehidrasi. Padahal, kebiasaan ini justru membuat tubuh menerima cairan berlebihan di waktu yang salah.
"Satu, saya akan minta orang tuanya untuk atur jam minum. Kebanyakan anak kebalik, siang dia lupa minum, setelah malam-malam malah konsumsi cairan berlebih. Katanya karena takut dehidrasi. Harusnya minum banyak itu dari pagi sampai sore. Menjelang tidur, direm," jelas dr. Andika, dikutip Senin (24/8/2026).
Kuncinya adalah memastikan anak terhidrasi dengan baik sejak pagi hingga sore hari. Saat memasuki waktu tidur, sekitar pukul tujuh atau delapan malam setelah makan malam, asupan cairan sebaiknya mulai dibatasi.
Setelah memastikan anak cukup minum di siang hari, langkah selanjutnya adalah mengatur "rem" cairan di malam hari. "Terakhir minum usahakan jam 7 sampai jam 8 malam setelah makan malam," saran dr. Andika.
Dengan begitu, tubuh anak memiliki waktu yang cukup untuk memproses cairan sebelum ia benar-benar tertidur. Hal ini akan mengurangi kemungkinan kandung kemih penuh di tengah malam.
Meskipun mengompol masih bisa dianggap wajar pada usia tertentu, orang tua perlu jeli terhadap tanda-tanda lain yang menyertainya. Jika anak mengeluh sakit saat buang air kecil di siang hari, atau justru mengompol di siang hari, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah lain.
Perhatikan juga apakah ada perubahan perilaku atau rasa haus yang berlebihan. Jika ditemukan gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis urologi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menghentikan kebiasaan mengompol membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra dari orang tua. Membangun rutinitas yang konsisten setiap hari adalah kunci utama keberhasilan metode ini.
Hindari memarahi atau mempermalukan anak karena hal ini justru bisa membuatnya semakin stres dan memperburuk kondisi. Berikan apresiasi ketika anak berhasil melewati malam tanpa mengompol, dan ciptakan suasana yang mendukung di rumah.
Dengan menerapkan pola minum yang benar dan pendekatan yang sabar, kebiasaan mengompol pada anak usia lima tahun bisa diatasi secara bertahap. Yang terpenting, orang tua tetap tenang dan fokus pada solusi, bukan pada kesalahan anak.