SULAWESI SELATAN — Transisi dari rumah ke kantor memang momen yang menegangkan. Sebuah systematic review yang meneliti lebih dari 42 ribu perempuan di berbagai negara menemukan fakta menarik: angka keberhasilan menyusui setelah ibu kembali bekerja ternyata sangat bervariasi. Artinya, lingkungan kerja dan kesiapan ibu memegang peranan besar.
Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa beban kerja yang tinggi dan masa cuti yang pendek menjadi penghambat utama. Kabar baiknya, dukungan dari pasangan, rekan kerja, hingga atasan terbukti mampu membantu ibu melewati masa sulit ini.
Memompa ASI di tengah meeting atau deadline memang bukan perkara mudah. Namun, persiapan sejak dini bisa mengubah segalanya. CDC menyarankan agar kamu mulai berlatih menggunakan pompa ASI beberapa minggu sebelum masuk kerja.
Selain itu, jangan ragu untuk mendiskusikan kebutuhanmu dengan HRD atau atasan. Pastikan ada ruang laktasi yang nyaman dan waktu khusus untuk memerah. Sebuah tinjauan sistematis membuktikan bahwa ketersediaan ruang laktasi, kebijakan perusahaan, dan dukungan rekan kerja secara signifikan membantu kelancaran menyusui.
Tips penting lainnya: usahakan memerah ASI dengan frekuensi yang sama seperti bayi menyusu. Ini sinyal bagi tubuh untuk terus memproduksi ASI meski kamu sedang berjauhan dengan si kecil.
Saat sibuk bekerja, melewatkan makan siang atau kurang minum air putih terasa seperti hal biasa. Padahal, kebutuhan dasar ini justru sangat krusial. Melewatkan waktu makan dan minimnya istirahat akan membuat rutinitasmu sebagai working mom terasa jauh lebih berat.
Pastikan kamu tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan harian. Jika perlu, produk pendamping nutrisi bisa menjadi pelengkap praktis di sela kesibukanmu.
Banyak ibu langsung mencari ASI booster ketika produksi ASI terasa seret. Padahal, perlu dipahami bahwa booster bukanlah satu-satunya penentu. Frekuensi menyusui atau pumping, kondisi kesehatan ibu, serta efektivitas pengeluaran ASI memegang peran yang lebih besar.
Bukti ilmiah tentang bahan-bahan galaktagog atau booster ASI pun masih beragam. Karena itu, jika kamu mengalami masalah produksi ASI, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Mereka bisa memberikan solusi yang tepat sesuai kondisimu, bukan sekadar mengandalkan produk tertentu.
Untuk kamu yang membutuhkan asupan tambahan praktis, ProtaBumin Nutrimom bisa menjadi pilihan. Produk ini mengandung ekstrak daun katuk, bayam, almond, kelor, dan ikan gabus yang diformulasikan khusus untuk ibu menyusui.
Meski begitu, ingatlah bahwa produk ini hanyalah pendamping, bukan pengganti makanan bergizi. Konsumsinya tetap harus dibarengi dengan pola hidup sehat dan tidak menggantikan konsultasi profesional jika kamu mengalami kendala serius dalam menyusui.
Menjadi ibu bekerja tidak berarti harus memilih antara karier atau menyusui. Dengan persiapan yang matang, jadwal pumping yang konsisten, asupan nutrisi yang terjaga, serta dukungan dari orang sekitar, kamu bisa menjalani keduanya dengan baik. Percayalah pada kemampuanmu, Bunda!