Investasi Jerman ke Indonesia Capai US$ 1,23 Miliar, Energi Terbarukan dan Semikonduktor Jadi Target Utama

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:00:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

SULAWESI SELATAN — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia. Angka ini menjadi modal kuat untuk memperdalam kolaborasi di sektor-sektor bernilai tambah tinggi, tidak hanya terbatas pada industri manufaktur tradisional.

Dua Sektor Strategis yang Dibahas dalam Pertemuan Bilateral

Pertemuan yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026), turut dihadiri Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan beserta delegasi bisnis. Dalam agenda tersebut, pembahasan terfokus pada dua hal utama: transisi energi dan teknologi chip.

"Dan juga tentu bagi Indonesia rantai pasok terkait dengan semikonduktor juga hal yang penting dan ini dibicarakan," ujar Airlangga dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi juga menjadi topik krusial, mengingat Jerman dikenal memiliki sistem pelatihan ganda (dual system) yang kuat.

Realisasi Pendanaan JETP Baru Terserap 18%

Di sektor transisi energi, Jerman berperan sebagai co-leading International Partners Group (IPG) dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP) bersama Jepang. Total komitmen pendanaan untuk proyek-proyek JETP mencapai US$ 21,4 miliar, namun realisasi pemanfaatannya baru sekitar US$ 3,93 miliar.

Angka tersebut menyiratkan masih ada ruang besar bagi perusahaan Jerman untuk masuk mendanai proyek pembangkit listrik tenaga surya, angin, hingga pengembangan jaringan listrik pintar. Radovan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan dari negaranya membawa teknologi yang matang untuk mendukung target bauran energi nasional.

"Perusahaan-perusahaan Jerman membawa serta pengalaman dan teknologi yang luas, dan menurut saya hal ini sangatlah penting; kami juga memiliki proyek-proyek yang mempertemukan kalangan akademisi serta sektor publik dan swasta," tutur Radovan.

Percepatan EU-CEPA Jadi Katalis Investasi Berikutnya

Di luar sektor energi dan semikonduktor, kedua negara juga membahas penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). Airlangga menargetkan perjanjian perdagangan bebas ini dapat ditandatangani pada tahun ini.

Kesepakatan tersebut dinilai krusial untuk menurunkan hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini membatasi ekspansi korporasi Eropa ke Indonesia. Bagi pelaku bisnis lokal, penyelesaian EU-CEPA akan membuka akses pasar yang lebih luas untuk produk hilirisasi nikel dan kelapa sawit berkelanjutan.

Dampak bagi Iklim Usaha Domestik

Masuknya investasi Jerman di sektor energi terbarukan diproyeksikan mempercepat transfer teknologi dan menciptakan lapangan kerja baru di industri pendukung. Sementara itu, kolaborasi di bidang semikonduktor dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang selama ini didominasi Taiwan dan Korea Selatan.

Komitmen pendanaan JETP yang belum terserap penuh menunjukkan bahwa bankabilitas proyek masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah perlu mempercepat penyusunan dokumen teknis dan skema pendanaan campuran (blended finance) agar realisasi investasi tidak tersendat di tahap rekayasa dan akuisisi lahan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top