MAKASSAR — Puluhan kreasi menu berbahan pangan lokal memeriahkan Festival Pangan Lokal yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar di Novotel Grand Shayla, Jumat (14/8/2026). Lomba cipta menu ini menjadi ruang edukasi bagi warga untuk tidak lagi bergantung pada satu jenis bahan pangan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, mengatakan festival ini bagian dari Sub Kegiatan Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Menurutnya, kekayaan pangan lokal punya potensi besar untuk diolah menjadi sajian yang menarik dan memiliki daya saing.
Nirman menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Ia berharap lahir berbagai inovasi olahan yang bisa membuka peluang pengembangan usaha pangan berbasis produk lokal.
“Melalui Festival Pangan Lokal ini, kami ingin mengajak masyarakat semakin kreatif memanfaatkan sumber daya pangan yang tersedia di sekitar kita. Pangan lokal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi menu yang bergizi, menarik, dan bernilai ekonomi,” ujar Nirman.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, didampingi Kabid Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan, Faizal, S.PT., M.Si., serta jajaran pejabat struktural dan staf. Kehadiran TP PKK memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya konsumsi pangan yang beragam di masyarakat.
Nirman mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk membangun kesadaran warga memanfaatkan kekayaan pangan lokal Kota Makassar dalam pola konsumsi sehari-hari.
“Kami mengapresiasi sinergi TP PKK, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, serta seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Kolaborasi seperti ini penting untuk membangun budaya konsumsi pangan yang beragam dan memanfaatkan kekayaan pangan lokal Kota Makassar,” tambahnya.
Penganekaragaman konsumsi pangan menjadi langkah penting memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat. Dengan konsumsi yang beragam, warga diharapkan memperoleh asupan gizi lebih seimbang dan tidak bergantung pada satu sumber karbohidrat.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan festival. Target jangka panjangnya, pemanfaatan sumber daya pangan lokal menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat dan mendorong warga hidup lebih sehat, mandiri, serta produktif.