Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Perluas Pelacakan TBC di 339 Titik Lewat Program Cek Kesehatan Gratis

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:19:31 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau pelaksanaan pelacakan tuberkulosis yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis di 339 titik.

MAKASSAR — Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas mulai melakukan penelusuran terhadap warga yang terindikasi memiliki risiko atau gejala tuberkulosis. Kegiatan ini dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis yang digelar serentak di 339 titik, dengan target 100 orang diperiksa di setiap lokasi.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pelacakan kasus tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, tracing harus menjadi langkah awal untuk menemukan kasus secara lebih cepat, memastikan warga mendapatkan pengobatan, sekaligus mencegah penularan yang lebih luas di lingkungan tempat tinggal.

Angka Kasus TBC di Makassar Masih Tinggi

Munafri mengakui bahwa jumlah kasus TBC di Kota Makassar masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya. Kondisi ini, kata dia, membutuhkan penanganan ekstra dan serius karena penyakit tersebut dapat menular dengan sangat cepat.

"TBC di Kota Makassar ini relatif tinggi dibanding di daerah-daerah lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan ekstra, penanganan yang sangat serius karena penyakit ini bisa menular dengan sangat cepat," tegasnya di Makassar, Selasa.

Integrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis

Pelacakan TBC yang dirangkaikan dengan CKG merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pemkot Makassar ingin memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan tanpa hambatan biaya.

"Kita ingin memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan, sekaligus mencegah penyakit di lingkungan," ujar Munafri.

Warga Diminta Tidak Malu Periksa TBC

Munafri meminta masyarakat tidak takut maupun malu menjalani pemeriksaan. Ia menekankan bahwa TBC bukan aib dan dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat dan sejak dini.

"Jangan takut dan jangan malu, TBC ini bukan aib, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi kalau bapak-ibu menyembunyikan penyakitnya, tidak akan pernah terselesaikan," ucapnya.

Penanganan TBC disebut membutuhkan kerja bersama hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat. Pemkot Makassar berharap integrasi dengan CKG dapat mempercepat deteksi dini dan menekan angka penularan di tingkat kelurahan secara berkelanjutan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top