SULAWESI SELATAN — Perjalanan No Man's Sky selama satu dekade berakhir di posisi terkuatnya. Hello Games baru saja membawa pulang BAFTA, The Game Awards, dan Develop Award. Update Voyagers tahun lalu juga mencatatkan jumlah pemain tertinggi sejak perilisan perdana.
"Tahun ini luar biasa," ujar Sean Murray dalam wawancara video. "Tahun lalu kami mencapai jumlah pemain tertinggi sejak rilis dengan Voyagers. Kami memenangkan BAFTA, TGA, Develop Award, dan banyak penghargaan lainnya. Ini gila, kan?"
Murray menambahkan, "Tapi sisi lainnya, ini hari biasa bagi saya dan tim. Kami sangat stoik. Hari demi hari, kami datang dan memikirkan hal berikutnya. Kami sedang mengerjakan update besar lain untuk No Man's Sky."
Murray telah menggarap No Man's Sky selama 15 hingga 16 tahun—separuh hidupnya. Ide awal game ini justru lahir dari kekesalannya terhadap platform holder saat proses rilis Joe Danger 2. Ia harus begadang menunggu panggilan telepon pada pukul 6 pagi waktu Inggris, dan panggilan itu berjalan buruk.
"Keesokan harinya tim datang dan saya sangat bahagia. Mereka bertanya, 'Bagaimana panggilannya?', dan saya menjawab, 'Saya tidak peduli soal panggilan itu. Ini yang akan kita buat'," kenang Murray.
"Kami selalu membicarakan ambisi teknis, ide procedural generation, dan cara menggunakannya untuk membuat planet. Lalu ada elemen emosional; kami ingin menghadirkan perasaan berada di planet untuk pertama kalinya. Butuh kemarahan dan frustrasi untuk akhirnya berkata, 'Persetan, kita lakukan ini'."
Murray sesekali memutar ulang versi original No Man's Sky 2016, yang masih dimainkan sebagian kecil pemain yang tidak pernah melakukan update. Ia mengaku bangga dengan hasil kerja tim kecilnya yang rata-rata hanya enam orang.
"Saya merasa bangga. Versi itu punya nuansa esoterik yang aneh yang saya sukai," kata Murray. "Ada banyak hal yang saya rindukan dari update-update berikutnya. Bagi saya, kembali ke versi murni itu seperti kenangan indah. Ada sesuatu yang magis dari visual yang lebih sederhana itu, terasa seperti sesuatu dari era 80-an."
Soal narasi "redemption arc" yang melekat pada No Man's Sky, Murray menegaskan cerita itu tidak sepenuhnya akurat. "Cerita yang bagus adalah ada arc penebusan, comeback, dan titik infleksi bagi tim. Seperti, 'Oh, kami melakukan sesuatu dengan cara tertentu, lalu kami belajar pelajaran penting, dan sekarang kami melakukan hal yang berbeda'. Tapi itu bukan cerita sebenarnya dari No Man's Sky dan tim. Tim ini luar biasa dan selalu luar biasa. Mereka selalu menjadi tim yang sangat peduli pada game ini dan komunitasnya."
Perjalanan satu dekade ini juga mengubah pendekatan Murray dalam berkomunikasi dengan komunitas. "Ya Tuhan, banyak yang berubah," ujarnya menekankan soal komunikasi. Pengalaman pahit saat perilisan perdana membuatnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada pemain.
Dengan rekor pemain yang terus meningkat dan update besar yang sedang digarap, No Man's Sky membuktikan bahwa dukungan jangka panjang terhadap sebuah game bisa membuahkan hasil. Bagi komunitas Indonesia yang masih setia menjelajah galaksi prosedural ini, masa depan game tersebut masih panjang dengan berbagai kemungkinan yang belum terungkap.