SULAWESI SELATAN — Survei yang dirilis FSP BUMN Bersatu pada Minggu (9/8/2026) ini memotret persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Alih-alih hanya mengukur popularitas, survei ini menggali lebih dalam soal optimisme ekonomi, daya beli, hingga kepercayaan pada institusi hukum dan politik.
Hasilnya, mayoritas responden menganggap Prabowo sebagai pemimpin yang tercerahkan (enlightening leader). Mereka menilai presiden memiliki kesadaran tinggi, memimpin dengan memberi teladan, serta menganggap jabatan sebagai amanah untuk melayani, bukan sarana mencari kuasa.
Kepuasan publik di sektor politik tercatat paling tinggi, yakni 86,2% responden merasa puas. Di bidang penegakan hukum, angka kepuasan mencapai 82,7%. Keduanya dipandang sebagai fondasi stabilitas yang dijaga pemerintahan saat ini.
Namun, potret ekonomi rumah tangga tidak sedang baik-baik saja. Survei ini menemukan bahwa mayoritas responden mengaku kondisi keuangan keluarganya cukup berat. Kekhawatiran terhadap berbagai variabel ekonomi, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga lapangan kerja, ikut mewarnai suasana pikiran masyarakat.
Menariknya, optimisme terhadap masa depan tetap terjaga. Sebanyak 74,8% responden yakin keadaan ekonomi akan membaik pada Juli 2026 mendatang. Meski begitu, sinyal waspada muncul dari 21,6% responden yang justru memperkirakan ekonomi ke depan akan kembali melemah.
Salah satu temuan yang paling diapresiasi publik adalah konsistensi program bantuan sosial (bansos) dan fasilitas pendidikan. Sebanyak 84,3% responden menilai pemerintahan Prabowo mampu mempertahankan angka penerimaan positif dari masyarakat kelas bawah.
Program-program ini dinilai menjadi jaring pengaman yang mencegah daya beli masyarakat kecil jatuh lebih dalam di tengah tekanan ekonomi.
Kepala Litbang FSP BUMN Bersatu, Wijinowo, mengingatkan bahwa persepsi positif ini jangan membuat pemerintah lengah. Menurutnya, kondisi terkini dan tren ekonomi nasional yang terpotret di masyarakat harus menjadi catatan tebal bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Meskipun dalam beberapa hal hasil survei ini menggambarkan persepsi positif publik, faktor-faktor kondisi terkini dan tren keadaan ekonomi nasional yang terpotret di masyarakat harus menjadi catatan tebal bagi pemerintahan Prabowo Gibran," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Minggu (9/8/2026).
Ia menambahkan, secara mayoritas responden masih merasa Prabowo Subianto sebagai pemimpin mampu memberikan kepuasan di angka 81,3%. Angka ini menjadi modal politik yang kuat, tetapi juga sekaligus ekspektasi yang harus dijaga dengan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.