Kualitas Udara Pontianak Memburuk, Pemkot Liburkan Sekolah dan Siagakan Oksigen untuk Pasien ISPA

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:35:31 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP akibat kabut asap.

SULAWESI SELATAN — Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menerbitkan surat edaran yang meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP. Seluruh kegiatan dialihkan ke sistem daring hingga kualitas udara dinyatakan membaik dan aman bagi anak-anak.

"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan alat pengukur kualitas udara yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," ujar Edi di Pontianak, Senin (10/7).

Konsentrasi Partikel Meningkat pada Malam Hari

Pemkot menjelaskan bahwa partikel asap cenderung lebih berat dan berada dekat dengan permukaan tanah pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini membuat kualitas udara justru memburuk saat warga beristirahat, sebelum berangsur turun ke kategori sedang sekitar pukul 08.00 WIB.

Kondisi ini menjadi pertimbangan utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menerbitkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Belum ada batas waktu pasti kapan sekolah akan kembali dibuka, karena keputusan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan data kualitas udara harian.

"Libur sekolah kita lakukan sambil menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau masih berada dalam kategori sedang, kita akan menormalkan kembali kegiatan pembelajaran," kata Edi.

Rumah Sakit Diminta Siapkan Oksigen Antisipasi Lonjakan ISPA

Dinas Kesehatan Kota Pontianak melaporkan adanya kenaikan kasus ISPA sekitar lima persen sebagai dampak langsung dari kabut asap. Angka ini masih bersifat sementara dan akan dievaluasi lebih lanjut untuk mengukur seberapa besar pengaruh polusi udara terhadap kesehatan warga.

Pemkot telah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan pasokan oksigen guna mengantisipasi lonjakan pasien. Warga, khususnya anak-anak yang sensitif terhadap paparan asap, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker apabila harus keluar rumah.

"Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita akan mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," jelasnya.

Status Darurat Karhutla dan Koordinasi Lintas Sektor

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memperkuat penanganan. Langkah ini memungkinkan mobilisasi sumber daya lintas instansi secara lebih cepat, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda, hingga pihak swasta.

"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan dampak kesehatan masyarakat," ujar Edi.

Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda penurunan kabut asap secara signifikan. Pemkot mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, mengingat dampak karhutla tahun ini dirasakan lebih awal dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top