SULAWESI SELATAN — Menyiapkan bekal atau camilan untuk anak sering kali butuh cara cepat dan hasil yang dijamin disuka. Makaroni steam hadir sebagai solusi karena teksturnya yang lembut basah, mirip schotel panggang, tapi cukup dimasak dengan kukusan yang pasti tersedia di dapur rumah. Hidangan ini juga minim minyak, jadi lebih ramah untuk asupan harian keluarga.
Kuncinya ada pada telur yang berfungsi sebagai pengikat adonan. Hasilnya, makaroni tidak sekadar pasta bersaus, melainkan padat dan bisa dipotong rapi seperti puding gurih. Ini yang membedakannya dengan mac and cheese yang lebih berair atau versi panggang yang permukaannya kering.
Metode steam unggul karena tidak membutuhkan oven dan matang merata. Bunda tidak perlu khawatir bagian bawah gosong atau atasnya belum matang. Tekstur akhirnya cenderung lembap dan creamy, persis seperti tekstur schotel yang diidamkan.
Selain itu, hidangan ini sangat fleksibel untuk dikreasikan. Bunda bisa menambahkan wortel, jagung, atau brokoli untuk tambahan gizi. Untuk protein, smoked beef, sosis, atau ayam suwir bisa dipilih sesuai selera si kecil.
Takaran berikut cukup untuk 6 porsi besar atau 10-12 cup kecil jika ingin dijadikan camilan untuk dijual. Siapkan bahan-bahan berikut:
Memadukan cheddar dan mozzarella akan memberi rasa tajam sekaligus efek lumer. Gunakan susu UHT full cream agar saus lebih gurih dan creamy.
Mulai dengan merebus makaroni dalam air mendidih yang diberi sejumput garam selama 7-8 menit hingga al dente. Jangan dibilas dengan air setelah ditiriskan karena lapisan pati pada pasta membantu saus menempel lebih baik.
Panaskan margarin, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan smoked beef dan wortel, aduk hingga berubah warna. Taburkan tepung terigu dan aduk cepat selama 1-2 menit agar tidak langu.
Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga saus mengental dan licin. Bumbui dengan garam, gula, lada, dan pala. Setelah itu, masukkan keju cheddar parut dan aduk hingga meleleh sempurna sebelum mematikan api.
Masukkan makaroni rebus ke dalam saus dan aduk rata. Biarkan adonan hangat terlebih dahulu, baru tuang telur kocok. Mengaduk telur saat adonan masih panas akan membuat telur matang sebelum dikukus.
Tuang adonan ke wadah tahan panas atau cup aluminium foil, taburi keju di atasnya, lalu kukus dalam kukusan panas dengan api sedang selama 20 menit. Untuk memastikan matang, tusuk dengan lidi; jika keluar bersih berarti sudah siap disajikan.
Pastikan kukusan sudah benar-benar panas dan beruap sebelum adonan masuk. Lapisi tutup kukusan dengan kain bersih agar uap air tidak menetes ke permukaan makaroni dan membuatnya lembek.
Diamkan makaroni steam beberapa saat setelah diangkat agar set sempurna sebelum dipotong atau dikemas. Sajikan selagi hangat untuk mendapatkan tekstur creamy terbaik.