SULAWESI SELATAN — Pertandingan di New Jersey Stadium berjalan ketat sejak menit awal. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan Argentina, namun Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar. Kiper Aston Villa itu menggagalkan sejumlah peluang emas, termasuk dari Lamine Yamal di menit kelima dan sundulan Ferran Torres pada menit ke-67.
Bencana menimpa Argentina di menit ke-43 ketika bek Lisandro Martinez harus ditarik keluar karena cedera paha kanan. Nicolas Otamendi masuk menggantikannya, dan La Albiceleste harus bermain tanpa pemain bertahan andalannya sejak akhir babak pertama.
Enzo Fernandez juga harus menerima kartu kuning kedua pada menit ke-94 karena pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi, membuat Argentina bermain dengan 10 pemain di sisa waktu normal dan babak extra time.
Spanyol nyaris memecah kebuntuan di menit ke-96 lewat Nico Williams, namun gol dianulir wasit karena Ferran Torres dianggap melanggar Otamendi dalam prosesnya. Mikel Merino juga membuang peluang pada menit ke-103 saat sundulannya masih melebar.
Tekanan Spanyol akhirnya membuahkan hasil di menit ke-106. Umpan silang dari sisi kanan disundul Nico Williams ke depan gawang, dan Ferran Torres yang berdiri bebas langsung melepaskan sepakan first time kaki kiri ke pojok atas. Martinez tak berkutik.
Ferran Torres hampir mencetak gol keduanya di menit ke-113, namun hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Argentina mencoba membalas lewat serangan Lionel Messi dan sepakan Giuliano Simeone dari situasi korner, namun tak ada gol tambahan tercipta.
Kemenangan ini membuat Spanyol mengukuhkan diri sebagai juara dunia setelah sebelumnya meraih gelar serupa pada 2010 di Afrika Selatan. Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka tampil sebagai juara bertahan sejak 2022.