SULAWESI SELATAN — Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mengusung tema “The Race of Local Hero”. Tema itu bukan sekadar slogan. Mario Aji dan Veda Ega menjadi figur sentral yang akan membalap di hadapan publik sendiri pada seri kelima MotoGP Indonesia di Mandalika tersebut.
Keduanya hadir dalam acara Welcoming Dinner Local Heroes Indonesia, berbagi cerita tentang perjalanan karier dan target musim ini. Mario Aji, yang kini berlaga di Moto2, mengaku jeda sebelum seri Silverstone ia manfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Hasilnya, kepercayaan dirinya meningkat usai Grand Prix Jerman.
Perjalanan Mario tak instan. Ia memulai karier dari motocross sebelum beralih ke balap aspal delapan tahun kemudian. Langkah itu membawanya menembus Asia Talent Cup hingga akhirnya bersaing di Kejuaraan Dunia Moto2.
“Indonesia punya banyak talenta balap yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Mario. Ia berharap para pembalap muda mendapat kesempatan lebih besar untuk berkembang. Menurutnya, latihan di Sirkuit Mandalika menjadi keuntungan tersendiri bagi dirinya dan Veda Ega.
Berbeda dengan Mario, Veda Ega Pratama baru menjalani tahun penuh perdananya di Moto3 pada musim 2026. Pembalap asal Yogyakarta itu juga memulai dari motocross sebelum beralih ke road race pada 2018.
Saat ini, Veda bertengger di jajaran 10 besar klasemen sementara Moto3. Meski begitu, ia menegaskan target utamanya musim ini adalah menambah pengalaman dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. “Ekspektasi tinggi dari masyarakat tidak menjadi tekanan, melainkan motivasi,” kata Veda.
Modal positif ia miliki jelang balapan kandang. Veda tercatat dua kali meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika pada ajang sebelumnya. Ia berencana menjalani latihan di Mandalika usai kembali dari Yogyakarta bersama sang ayah dan rekan-rekan latihannya.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap MotoGP 2026 jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah tampilnya dua pembalap Indonesia di ajang balap paling bergengsi tersebut.
Troy memastikan persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan. Mulai dari pengecatan ulang lintasan sesuai regulasi FIM, peningkatan fasilitas kawasan sirkuit, hingga kesiapan bandara dan infrastruktur pendukung. Sekitar 8.000 pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) disebut akan membeli tiket untuk menyaksikan langsung balapan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan dukungan perusahaannya terhadap Mario dan Veda adalah bagian dari komitmen melahirkan atlet Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Senada, perwakilan IMI, Ahmad Jayadi, mengatakan pihaknya terus memperkuat ekosistem motorsport nasional.
“Kami menyusun regulasi, pelatihan penyelenggara, pembinaan pembalap sejak level daerah, hingga memfasilitasi atlet tampil di kompetisi internasional,” jelas Ahmad. Menurutnya, keberhasilan Mario dan Veda menembus Kejuaraan Dunia menjadi bukti sistem pembinaan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil nyata.