BONE — Seekor buaya muara berukuran sekitar 3 meter berhasil ditangkap warga di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Senin (13/7/2026) siang. Penangkapan dilakukan secara manual tanpa senjata atau jaring, hanya mengandalkan umpan burung dan tali.
Kepala Desa Massenrengpulu Najamuddin mengatakan kehadiran buaya itu sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Hampir setiap hari warga melihat reptil tersebut muncul di sungai yang melintasi desa mereka.
"Sudah 3 bulan lebih kehadirannya di sungai menghantui dan meresahkan warga. Makanya warga tadi langsung menangkapnya," ujar Najamuddin kepada detikSulsel.
Warga tidak langsung menangkap buaya tersebut begitu saja. Mereka menyusun strategi dengan memancingnya menggunakan burung sebagai umpan. Begitu buaya mendekat dan berada di tepi sungai, warga menariknya menggunakan tali.
"Warga memancing buaya itu menggunakan burung. Begitu sudah terpancing langsung ditarik pakai tali ke pinggir dan ditangkap warga, hanya pakai tangan tanpa alat apapun, panjang buaya sekitar 3 meter lebih," kata Najamuddin.
Najamuddin menduga buaya tersebut berasal dari muara sungai yang berbatasan langsung dengan laut. Ia menyebut adanya aktivitas penambangan di sekitar muara membuat habitat buaya terganggu.
"Buaya itu dari muara sungai perjumpaan laut, yang di sana ada penggalian tambang, dan mungkin buaya merasa tidak nyaman sehingga naik mi di Massenrengpulu," terangnya.
Usai ditangkap, buaya tersebut kini diamankan oleh warga. Najamuddin menyatakan pihaknya sudah melapor ke dinas terkait agar segera mengambil alih penanganan hewan liar tersebut.
"Buaya sekarang diamankan warga. Kami juga sampaikan ke dinas terkait agar segera turun untuk mengamankan, atau sempat ada mau pelihara," sambung Najamuddin.
Belum ada kepastian dari pihak berwenang terkait nasib buaya tersebut. Warga berharap hewan itu segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman agar tidak kembali meresahkan masyarakat.