MAKASSAR — Stan Dekranasda Kabupaten Gowa menjadi primadona di Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di Mal Trans Studio Makassar. Ketua Dekranasda Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyebut omzet Rp 45 juta tersebut merupakan hasil penjualan produk unggulan yang melampaui target awal.
“Hasil penjualan selama 5 hari ini sangat luar biasa, jauh di atas ekspektasi kami,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima, Senin (13/7).
Andi Tenri Indah merinci sejumlah produk yang paling banyak diburu pengunjung. Sarung sutra cura' labba dan turunannya—seperti dress hingga outer berbahan corak labba—menjadi primadona. Baju bodo berbahan sutra, aneka tas rajutan, anyaman bambu, serta aksesoris seperti boneka rajut dan gantungan kunci juga laris manis.
“Kami berharap ke depannya lebih banyak produk unggulan Gowa yang dikenal di seluruh Indonesia dan mampu bersaing hingga tingkat internasional,” tambahnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa, Muh Fajaruddin, mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh nasional turut mempromosikan wastra Gowa. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terlihat mengenakan baju dari sutra Gowa saat menutup rangkaian acara Dekranas.
Tak hanya itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, juga tampil memukau dengan Baju Bodo Gowa. “Terima kasih pak Mendagri memakai baju dari sutra Gowa. Terima kasih juga ibu Ketua TP PKK Jatim memakai Baju Bodo Gowa,” ujar Muh Fajaruddin.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian menilai bahwa produk lokal Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki negara lain. Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan sumber daya alam menjadi modal besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama industri kerajinan dunia.
“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing,” ujar Tito.
Mendagri mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan inovasi produk, meningkatkan kualitas, serta memanfaatkan bahan baku lokal yang selama ini belum diolah secara optimal. “Apabila potensi ini dikelola secara serius dan berkelanjutan, industri kerajinan Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” pungkasnya.