MEDAN — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh pemerintah kota untuk meninggalkan pola pembangunan konvensional dan beralih ke inovasi yang lahir dari kebutuhan lokal. Ajakan itu disampaikan saat membuka Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall, Medan, Rabu (1/7) malam.
Salah satu sorotan dalam forum tersebut adalah capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar yang mencapai 194,67 persen dari target. Angka ini menjadi indikator keberhasilan daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung dalam pembukaan rakernas tersebut. Politisi yang akrab disapa Appi itu menilai forum APEKSI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah.
Dalam sambutannya, Bima Arya menegaskan bahwa praktik-praktik terbaik pembangunan tidak harus selalu dicari hingga ke luar negeri. Menurutnya, banyak daerah di Indonesia yang telah membuktikan keberhasilan melalui inovasi yang lahir dari karakteristik wilayah masing-masing.
“Hari ini saya melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota menjadi transformer dan survivor dengan berbagai inisiatif kepemimpinan yang luar biasa,” ujar Bima Arya.
Ia merekomendasikan para kepala daerah untuk mempelajari secara detail inovasi yang dilakukan Kota Malang dan Kota Pekanbaru. Selain itu, Wamendagri juga mendorong pemanfaatan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai sumber pembiayaan alternatif pembangunan infrastruktur tanpa harus bergantung penuh pada APBD. Kota Semarang, Samarinda, dan Madiun disebut telah berhasil menerapkan skema tersebut.
Bima Arya juga mengingatkan pentingnya membangun identitas daerah atau city branding yang kuat sebagai strategi meningkatkan daya saing kota. Menurutnya, branding bukan sekadar pencitraan atau slogan kosong.
“Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa city branding harus merepresentasikan kondisi daerah saat ini, sejarah yang dimiliki, serta visi besar yang ingin diwujudkan ke depan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa forum Rakernas APEKSI membahas berbagai isu strategis perkotaan. Mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ketahanan kota, transformasi digital pemerintahan, hingga pengembangan ekonomi daerah dan kolaborasi antarwilayah.
“Asosiasi Pemerintah Kota memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus menghadirkan pembangunan yang tangguh dan mampu menjawab berbagai dinamika yang terus berkembang,” ujar Appi.
Rakernas XVIII APEKSI dihadiri ratusan kepala daerah se-Indonesia. Forum ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan pembangunan perkotaan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.