SULAWESI SELATAN — Melalui unggahan di Instagram Stories akun resmi @ime_indonesia, Senin (29/6/2026), iMe Entertainment secara spesifik menolak seluruh informasi yang menyebutkan adanya distribusi tiket secara khusus. "Sehubungan dengan informasi yang saat ini beredar di media sosial, kami menegaskan bahwa kami tidak pernah memberikan tiket konser kepada artis," tulis promotor dalam pernyataan resminya.
"Segala informasi yang menyatakan atau mengindikasikan hal tersebut adalah tidak benar. Semoga pernyataan ini dapat meluruskan informasi yang beredar. Terima kasih," lanjut pernyataan itu.
Klarifikasi promotor muncul di tengah riuhnya keluhan sejumlah ARMY Indonesia. Para penggemar mempertanyakan dugaan adanya akses istimewa bagi figur tertentu untuk mendapatkan tiket di luar mekanisme resmi. Kekhawatiran ini meluas, tidak hanya soal calo, tetapi juga potensi persaingan dengan penggemar dari luar negeri.
Indonesia menjadi satu-satunya destinasi konser BTS di Asia Tenggara yang masuk dalam jadwal tur. Hal ini diperkirakan akan menarik minat besar dari penggemar di negara-negara sekitar, termasuk Tiongkok, yang tidak tercantum dalam daftar pertunjukan. Dengan kapasitas total sekitar 230 ribu tiket untuk tiga hari, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari total basis penggemar BTS di Indonesia.
Sebelum polemik jalur orang dalam merebak, iMe Entertainment telah mengumumkan penambahan satu jadwal konser. Awalnya hanya dijadwalkan dua hari pada 26 dan 27 Desember 2026, promotor memutuskan untuk menambah pertunjukan pada 29 Desember 2026 menyusul tingginya permintaan dari ARMY. Keputusan ini diambil untuk mengakomodasi antusiasme luar biasa yang tidak tertampung dalam jadwal awal.
Dengan tambahan hari tersebut, BTS dijadwalkan manggung selama tiga malam berturut-turut di SUGBK. Langkah ini lazim dilakukan promotor global ketika permintaan pasar jauh melampaui ketersediaan tiket, namun juga berpotensi memicu spekulasi baru di kalangan penggemar mengenai transparansi distribusi tiket tambahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari iMe Entertainment mengenai mekanisme teknis penjualan tiket untuk jadwal tambahan maupun langkah antisipasi terhadap praktik percaloan. ARMY Indonesia masih menanti kepastian sistem yang benar-benar adil di tengah euforia konser yang dinanti sejak lama.