JAKARTA — Bagi tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga apoteker, memperbarui data di SISDMK bukan lagi sekadar formalitas. Sistem ini menjadi tulang punggung digitalisasi data kepegawaian dan perizinan yang terintegrasi penuh dengan SATUSEHAT SDMK. Jika data tidak diperbarui, risiko terburuknya adalah izin praktik bisa dinonaktifkan.
Sebelum era digital, proses perpanjangan STR dan SIP memakan waktu berbulan-bulan karena berkas fisik harus dikirim dari fasyankes ke dinas kesehatan, lalu ke provinsi, hingga ke konsil profesi di pusat. Sistem SISDMK hadir untuk memangkas birokrasi panjang tersebut. Kini, semua data profil, rekam jejak pelatihan (SKP), hingga perpanjangan izin dilebur dalam satu pintu. Transformasi ini merupakan bagian dari cetak biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024 yang digagas pemerintah.
Proses pembaruan data di portal SISDMK Kemkes terbaru dapat dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, akses laman resmi SISDMK melalui browser. Kedua, login menggunakan akun yang sudah terdaftar — biasanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kata sandi. Jika lupa password, tersedia fitur reset melalui email terdaftar.
Setelah berhasil masuk, pengguna akan masuk ke dashboard utama. Di sini, nakes wajib memeriksa dan memperbarui data diri, riwayat pendidikan, nomor STR, serta data pelatihan. Pastikan semua kolom yang bertanda wajib diisi telah lengkap. Dokumen pendukung seperti scan ijazah, STR, dan sertifikat kompetensi harus diunggah dalam format yang ditentukan.
Agar proses update berjalan lancar, tenaga kesehatan perlu menyiapkan beberapa dokumen digital. Di antaranya adalah scan KTP, ijazah terakhir, STR yang masih berlaku, dan surat rekomendasi dari organisasi profesi jika diperlukan. Sistem akan memvalidasi data secara otomatis. Jika ada ketidaksesuaian, notifikasi akan muncul dan pengguna diminta melengkapi ulang.
Pasca disahkannya UU Kesehatan yang baru, integrasi SISDMK ke dalam SATUSEHAT SDMK menjadi semakin ketat. Nakes tidak perlu lagi login ke berbagai aplikasi terpisah seperti KKI, KTKI, atau aplikasi CPNS. Semua data profil dan perizinan kini terpusat. Pemerintah juga dapat memantau secara real-time ketersediaan SDM di rumah sakit, puskesmas, dan klinik di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil.
Kewajiban administrasi ini kerap menambah beban kerja tenaga kesehatan yang sudah padat. Jika mulai merasakan gejala kelelahan atau sakit di tengah proses pengurusan data, nakes disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter umum melalui layanan online seperti Halodoc. Kesehatan diri sendiri tidak boleh diabaikan demi kelancaran pelayanan kepada pasien.
Konsekuensinya cukup serius. STR yang tidak diperpanjang atau data yang tidak valid dapat menyebabkan izin praktik seorang nakes dicabut sementara. Hal ini tentu berdampak pada kelangsungan karier dan pelayanan kesehatan di fasilitas tempat mereka bekerja. Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Bagi tenaga kesehatan yang masih bingung dengan proses teknis, tersedia fitur bantuan "Tanya ke HILDA" di portal SISDMK. Fitur ini memungkinkan pengguna bertanya langsung mengenai kendala yang dihadapi selama proses registrasi atau pembaruan data.