MAKASSAR — Kepulangan jamaah haji gelombang kedua terus berlangsung di Debarkasi Makassar. Kloter 26 membawa jamaah dari Provinsi Maluku, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan. Pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan langsung menjalani proses pemulangan yang berbeda.
Kepala Bidang Layanan Jamaah Lansia dan Disabilitas PPIH Debarkasi Makassar H. Abdul Gaffar menjelaskan, dari total 393 jamaah, sebanyak 201 orang masuk dalam Debarkasi Makassar. Mereka diproses di Asrama Haji Sudiang sebelum dikembalikan ke pemerintah daerah masing-masing.
"Sisanya 192 orang merupakan Embarkasi/Debarkasi Antara asal Maluku. Mereka tetap berada di pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Maluku," kata Abdul Gaffar.
Skema pemulangan ini berbeda dengan jamaah reguler. Embarkasi Antara hanya menggunakan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai titik transit. Jamaah tidak melewati Asrama Haji Sudiang, melainkan langsung terbang menuju bandara tujuan di Maluku.
Proses ini memangkas waktu tunggu jamaah asal Maluku yang sebelumnya harus transit di Makassar. Mereka tetap dalam pengawasan PPIH selama di pesawat.
Abdul Gaffar berpesan agar seluruh jamaah menjaga kemabruran haji setelah kembali ke kampung halaman. Menurutnya, perubahan sikap dan akhlak menjadi bukti utama keberhasilan ibadah.
"Kemabruran tidak diperoleh dengan mudah, tetapi dibuktikan melalui perubahan sikap, akhlak, dan cara berpikir setelah kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Wakil Bupati Pangkep H. Abd. Rahman Assagaf turut menyambut kepulangan jamaah asal daerahnya. Ia berharap para haji mampu menjadi panutan di tengah keluarga dan lingkungan.
"Kami berharap jamaah menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta ikut mendorong terciptanya kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial," katanya.
Proses pemulangan kloter berikutnya dijadwalkan terus berlangsung hingga seluruh jamaah Debarkasi Makassar tiba di Tanah Air. PPIH mengimbau keluarga jamaah untuk memantau jadwal kedatangan secara resmi.