SULAWESI SELATAN — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.05 WIB. Penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik.
“Telah terjadi kebakaran pada satu unit rumah tempat tinggal atau toko sparepart motor yang disebabkan oleh korsleting listrik,” ujar Yudi dalam keterangan resminya, Selasa.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga sekitar. Saat itu, api sudah cukup membesar karena rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya. Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.
“Warga mengetahui terjadinya kebakaran saat api sudah cukup membesar karena keadaan rumah sedang ditinggal pemiliknya,” kata Yudi.
Tim pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pendinginan. Dua unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk memastikan api benar-benar padam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Yudi memastikan seluruh penghuni dan warga sekitar dalam keadaan selamat.
“Tidak ada korban jiwa,” tutupnya.
Peristiwa di Citeureup ini menjadi pengingat akan bahaya korsleting listrik, terutama saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Damkar Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala dan memastikan tidak ada perangkat elektronik yang masih terhubung ke aliran listrik saat rumah kosong.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian materiel yang dialami pemilik toko sparepart tersebut. Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan titik pasti penyebab korsleting.