Perjuangan Eva Alves Selama 20 Tahun Buka Akses Sepak Bola Gratis di Brasil, Kini Terancam Minim Pendanaan

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 15 Juni 2026 | 07:40:31 WIB
Eva Alves memimpin program sepak bola gratis selama 20 tahun untuk anak-anak kurang mampu di Brasil.

SULAWESI SELATAN — Program yang dirintis Eva sejak 2006 ini telah menjadi rumah bagi ribuan anak dari keluarga prasejahtera di berbagai kota Brasil. Mereka mendapatkan akses latihan sepak bola tanpa biaya sepeser pun, lengkap dengan perlengkapan dasar dan pembinaan karakter.

Dua Dekade Membangun Mimpi dari Lapangan Tanah

Eva memulai inisiatifnya di lapangan tanah di pinggiran Sao Paulo. Saat itu, ia melihat sendiri bagaimana anak-anak menghabiskan waktu di jalanan tanpa kegiatan positif. Sepak bola menjadi alatnya untuk menarik mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan kriminalitas.

"Saya ingin mereka punya masa depan, bukan hanya jadi pemain bola, tapi jadi manusia yang lebih baik," kata Eva dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

Dampak Nyata: Dari Jalanan ke Pendidikan

Program Eva tak sekadar melatih tendangan dan dribel. Setiap peserta diwajibkan bersekolah dan menunjukkan nilai akademik yang baik. Data internal menunjukkan 80 persen peserta berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, angka yang jauh di atas rata-rata nasional untuk kelompok ekonomi serupa.

Beberapa alumninya bahkan kini bermain di klub-klub kecil Brasil dan Amerika Latin. Namun, jumlah itu masih kecil dibanding total anak yang pernah dibina.

Ancaman Pendanaan: Sponsor Mulai Menarik Diri

Masalah utama kini ada di sisi keuangan. Dua sponsor utama program menarik diri sejak awal 2025. Eva mengaku biaya operasional bulanan mencapai 50.000 real Brasil, termasuk untuk sewa lapangan, pembelian bola, dan konsumsi anak-anak.

"Kami bertahan dari donasi perorangan dan acara amal. Tapi itu tidak cukup untuk menjangkau lebih banyak anak," ujar Eva.

Apa yang Dipertaruhkan Jika Program Berhenti?

Jika pendanaan benar-benar kering, lebih dari 300 anak yang aktif berlatih setiap minggu akan kehilangan akses. Tanpa program ini, mereka kembali rentan terhadap pergaulan negatif dan putus sekolah.

Eva masih berupaya mencari mitra baru, termasuk dari kalangan pengusaha dan federasi sepak bola Brasil. Namun, respons yang diterima sejauh ini masih sebatar janji.

Konteks: Krisis Program Sosial Olahraga di Brasil

Kasus Eva bukanlah yang pertama. Banyak inisiatif akar rumput serupa di Brasil gulung tikar dalam lima tahun terakhir akibat krisis ekonomi dan pemotongan anggaran sosial. Pemerintah federal memang memiliki program olahraga untuk masyarakat miskin, tapi jangkauannya terbatas.

Eva berharap ceritanya bisa menggugah kesadaran publik. "Sepak bola bukan hanya tontonan. Ini alat paling murah untuk menyelamatkan generasi," tutupnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top