SULAWESI SELATAN — Peringatan dini ini berlaku selama dua hari, 14 hingga 15 Juni 2026. Pada Senin, 15 Juni 2026, status siaga masih dipertahankan untuk Sumatra Utara. Sementara itu, puluhan provinsi lain masuk kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
BMKG mengelompokkan dampak cuaca ekstrem dalam dua level. Level waspada berarti hujan sedang hingga lebat berpotensi menyebabkan genangan, luapan sungai, dan longsor skala terbatas. Level siaga, yang lebih tinggi, mengindikasikan risiko banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat serta layanan publik.
Selain tiga provinsi siaga pada 14 Juni, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah. Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh masuk dalam daftar peringatan dini angin kencang.
Berikut rincian wilayah berdasarkan status peringatan dini BMKG untuk 14-15 Juni 2026:
Masyarakat yang tinggal di lereng bukit, bantaran sungai, atau dataran rendah diminta waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor. BMKG juga mengingatkan agar aktivitas di luar ruangan dikurangi jika kondisi cuaca memburuk.
Peringatan dini ini merupakan bagian dari sistem mitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Indonesia pada masa transisi musim. Data BMKG menunjukkan tren peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah sejak awal Juni 2026.