SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laman resmi Logam Mulia Antam, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut naik. Antam mematok buyback di level Rp 2.478.000 per gram, meningkat Rp 4.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp 233.000 per gram, yang merupakan margin yang harus diperhitungkan investor saat ingin menjual kembali emasnya.
Kenaikan harga emas domestik pagi ini sejalan dengan reli harga emas global. Harga emas di pasar spot pada Rabu (12/6) ditutup menguat 0,8 persen ke level US$ 2.350 per troy ons. Sentimen utama yang menggerakkan pasar adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam waktu dekat.
Pelemahan dolar AS juga turut mendorong investor beralih ke aset logam mulia. Indeks dolar AS (DXY) turun ke kisaran 104,5, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda terus menjaga permintaan emas sebagai lindung nilai risiko.
Antam juga menetapkan harga untuk pecahan lainnya. Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam hari ini:
Bagi investor yang sudah memegang emas Antam, kenaikan hari ini berarti nilai investasi mereka bertambah. Namun, para analis mengingatkan agar investor tidak hanya melihat harga jual, melainkan juga selisih harga buyback. Selisih sekitar 8,6 persen dari harga jual tersebut membuat emas fisik kurang cocok untuk trading jangka pendek, tetapi tetap ideal sebagai aset simpanan jangka panjang.
Investasi mengandung risiko. Keputusan untuk membeli atau menjual emas sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Pasar emas tetap volatil dan dipengaruhi oleh data ekonomi AS serta kebijakan bank sentral global dalam beberapa pekan ke depan.