SULAWESI SELATAN — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat di Bali melampaui ekspektasi. Dari data yang dihimpun, peserta yang telah terjangkau untuk jenjang SMP dan SMA mencapai lebih dari 400 orang. Padahal, gedung permanen yang sedang dibangun di Kabupaten Karangasem hanya dirancang untuk menampung sekitar 270 siswa.
“Saat ini sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau,” kata Gus Ipul saat mendampingi Presiden di Sekolah Rakyat Merdeka Program (SRMP) 17 Tabanan. Angka ini menunjukkan adanya kelebihan peminat hingga 130 orang dari kapasitas yang direncanakan.
Menurut Gus Ipul, kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan gratis dan berkualitas masih sangat tinggi. Bali sendiri saat ini baru memiliki satu Sekolah Rakyat rintisan yang berlokasi di Tabanan.
Pemerintah tengah mengejar pembangunan sekolah permanen sebagai bagian dari program nasional. Pembangunan fasilitas di Karangasem dilaporkan telah mencapai hampir 80 persen.
Gedung ini nantinya akan menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung yang ada saat ini. Namun, dengan jumlah pendaftar yang sudah membeludak, pemerintah daerah dan pusat dihadapkan pada tantangan untuk segera menambah kapasitas atau mempercepat realisasi pembangunan di titik-titik lain.
Belum ada pernyataan resmi mengenai langkah konkret untuk mengatasi kelebihan pendaftar di periode ini. Apakah pemerintah akan membuka gelombang tambahan, menambah ruang kelas darurat, atau memprioritaskan siswa berdasarkan kriteria tertentu, masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Kementerian Sosial dan pemerintah daerah setempat.
Yang jelas, fenomena ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya diminati, tetapi juga mendesak untuk diperluas jangkauannya di luar Pulau Jawa.