Unhas Siapkan SPPG Jadi Laboratorium Gizi Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis, Libatkan Dosen hingga Mahasiswa

Penulis: Oman Sudirman  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:41:31 WIB
SPPG Unhas dikembangkan sebagai laboratorium gizi nasional untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai laboratorium riset dan pengabdian masyarakat. Dua Guru Besar Unhas mengupas kontribusi fasilitas ini dalam diskusi publik bertajuk "SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa" di Makassar, Kamis.

Laboratorium Gizi yang Libatkan Mahasiswa dan Dosen

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Prof Veny Hadju menjelaskan bahwa SPPG di Unhas dirancang sebagai laboratorium bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa. "SPPG yang di Unhas ini jadi laboratorium yang bagus buat saya, dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Kita libatkan semua," ujarnya.

Menurut Prof Veny, Unhas memiliki sejumlah fakultas terkait, seperti FKM untuk pemenuhan gizi dan Fakultas Kedokteran yang menjadi dasar pembentukan MBG. Ia juga menyebut bahwa tim Unhas telah mengelola divisi food and beverage di bawah PT Hadin Metavisi Akademika, entitas bisnis kampus yang menyuplai makanan ringan dan siang di Rumah Sakit Unhas. "Jadi, teman-teman dari FKM khususnya jurusan gizi dilibatkan dalam food and beverage division. Kita ada peluang dan ini saya jelaskan kenapa MBG ada di Unhas," tuturnya.

Ekosistem dari Peternakan hingga Pengantaran Makanan

Dekan Fakultas Peternakan yang menjadi tim SPPG Unhas Prof Syahdar Baba menuturkan bahwa SPPG Unhas baru berjalan dua bulan sejak diluncurkan. Pihaknya terus mendesain produk makanan yang dapat diadaptasikan di SPPG guna memproduksi gizi bagi masyarakat. "Program ini kita kawal terus dan kepentingan kami di Fakultas Peternakan memberikan nilai terbaik serta membangun empati dalam pengabdian ke masyarakat, terutama mitra Unhas," katanya.

Prof Syahdar menambahkan, dapur SPPG telah didesain dari hulu ke hilir dengan membangun ekosistemnya. Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bahkan meminta setiap fakultas menyiapkan konsep pengembangan inovasi MBG sesuai bidangnya masing-masing. Fakultas Peternakan misalnya, merancang kebutuhan telur serta daging berkualitas tinggi. "Kami akhirnya mendesain itu sejak dari peternakan. Ada intervensi terkait pakannya berkualitas, istilahnya food suplemen diberikan, sehingga kualitas telur dan daging yang dihasilkan jauh lebih baik," paparnya.

Bahkan, lanjut Prof Syahdar, Rektor meminta Dekan Fakultas Teknik mendesain mobil pengantaran yang lebih mudah ke sekolah, serta ompreng (wadah makanan) yang tidak impor. "Ini merupakan kontribusi kami pada ekosistem MBG," ujarnya.

Edukasi Gizi Seimbang untuk Sekolah dan Masyarakat

Selain produksi makanan, program SPPG Unhas juga menyentuh edukasi gizi seimbang bagi mitra dan sekolah. Prof Veny Hadju menekankan bahwa edukasi menjadi pendamping SPPG serta terus melakukan evaluasi demi mendapatkan formula gizi yang tepat sasaran dan berkualitas. "Di Unhas ini jadi laboratorium gizi. Bagus, karena literatur atau studi-studi dipublikasi dunia Internasional itu sangat banyak di Unhas terkait dengan gizi," ucapnya.

Prof Veny yang pernah melihat langsung program woman in child nutrition di Amerika menyebut bahwa pengalaman tersebut menjadi modal bagi Unhas dalam merancang pemberian makanan anak sekolah di Indonesia. Dengan keterlibatan lintas fakultas, Unhas optimistis SPPG dapat mencetak blueprint bagi sekolah maupun masyarakat dalam pemenuhan gizi.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top