MAKASSAR — Sebanyak 392 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 5 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Gowa tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (5/6). Kedatangan mereka langsung menyita perhatian karena mayoritas mengenakan pakaian penuh hiasan dan aksesori mencolok, mulai dari gaun berpayet hingga kain bermotif emas.
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang yang hadir langsung menyambut jemaah menegaskan bahwa penampilan tersebut tidak perlu dipersoalkan. Menurutnya, pakaian gemerlap sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan saat menyambut haji pulang.
"Itu bentuk kebanggaan dan kegembiraan mereka sudah melaksanakan ibadah haji. Setelah ini mereka pulang ketemu dengan keluarga dan itu suatu kebanggaan tersendiri buat mereka," ujarnya di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Jumat (5/6).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta semua pihak saling menghargai. "Kita hargai karena mereka sudah menjalankan ibadah dan Alhamdulillah, semoga mabrur," tambahnya.
Salah satu jemaah, Suryani, mengaku pakaian yang dikenakannya sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Ia sengaja membawa busana terbaiknya untuk dipakai saat tiba di tanah air.
"Dipakai waktu di pesawat. Pakaiannya ada dibawa dari sini dan juga ada yang dibeli di Mekkah," kata Suryani.
Ia mengaku menghabiskan dana pribadi sekitar Rp 8 juta untuk penampilannya kali ini. Meski terbilang besar, Suryani menganggapnya sebagai bagian dari syukur setelah menjalani ibadah yang penuh perjuangan.
"Ya, haji betul, perjuangan betul-betul itu. Alhamdulillah, tapi semuanya dilancarkan," ucapnya.
Di tengah kebahagiaan pulang ke kampung halaman, Suryani mengaku sudah berdoa di Mekkah agar anak dan saudaranya bisa mengikuti jejaknya. Ia berharap rezeki mereka dimudahkan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
"Untuk anak-anak dan keluargaku bisa melaksanakan haji dan umrah. Semoga dimudahkan rezekinya," pungkasnya.