MAKASSAR — Pemprov Sulawesi Selatan berhasil menyabet peringkat pertama dalam ajang Creative Financing Regional Sulawesi yang digelar Kemendagri. Penghargaan tersebut diberikan atas kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya melalui inovasi pembiayaan pembangunan daerah.
Penilaian tidak hanya soal angka. Tim penilai dari pusat melihat kapasitas daerah dalam mengelola BUMD untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, hingga konsistensi opini dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menjadi parameter.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut penghargaan ini tidak lepas dari kontribusi sejumlah BUMD. Di antaranya PT Bank Sulselbar, PT Sulsel Citra Indonesia, PT Jamkrida Sulsel, PT Sulsel Andalan Energi, dan Perusda Agribisnis. Mereka dinilai berhasil menciptakan skema pembiayaan yang tidak hanya menguntungkan daerah, tapi juga berdampak langsung ke masyarakat.
"Alhamdulillah, Provinsi Sulawesi Selatan menerima penghargaan Terbaik 1 sebagai Provinsi Creative Financing Regional Sulawesi Tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri," ujar Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya di Makassar, Sabtu.
Selain piagam, ada reward dan insentif senilai Rp 3 miliar yang masuk ke kas daerah. Besaran ini jadi salah satu yang terbesar di kategori regional. Pemprov belum merinci alokasi spesifik dana tersebut, tapi sinyalnya akan digunakan untuk memperkuat tata kelola keuangan yang sudah dinilai baik.
Andi berharap penghargaan ini jadi pelecut untuk terus menghadirkan pemerintahan yang inovatif, transparan, dan berdampak. "Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, transparan, dan berdampak bagi masyarakat Sulawesi Selatan," sebutnya.
Ke depan, tantangan Pemprov Sulsel adalah menjaga konsistensi. Dengan BUMD yang sudah terbukti menjadi lokomotif PAD, daerah lain di Sulawesi bisa menjadikan model ini sebagai tolok ukur.