SIDRAP — Banjir yang merendam pemukiman padat penduduk di Kelurahan Amparita membuat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengubah jadwal istirahatnya. Sesampainya dari Jakarta, ia langsung menuju titik terdampak dengan mengenakan seragam BPBD, bukan setelan dinas.
Pria yang akrab disapa Haji Syahar itu menyisir area pemukiman yang terendam, ditemani Camat Tellu Limpoe Ridwan Bachtiar. Ketinggian air yang tak merata—ada yang sebatas lutut, ada pula yang mencapai pusar—membuat akses warga lumpuh total.
Di tengah genangan, Bupati memberikan instruksi tegas kepada jajaran yang mendampingi. “Petugas gabungan telah diinstruksikan untuk siaga 24 jam. Evakuasi di titik rawan serta penyaluran logistik dan obat-obatan harus dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap, menurut Syaharuddin, juga tengah mematangkan rencana solusi permanen untuk meminimalisasi risiko banjir di wilayah Amparita. Langkah ini dinilai krusial mengingat kawasan tersebut kerap menjadi langganan genangan saat cuaca ekstrem.
Aksi tanggap darurat yang dilakukan Bupati mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan optimal hingga situasi kembali kondusif, tidak hanya saat sorotan kamera.
Banjir Amparita kali ini menjadi ujian bagi koordinasi antara Pemkab Sidrap, BPBD, dan aparat kecamatan. Dengan instruksi siaga 24 jam, warga berharap evakuasi dan distribusi bantuan berjalan tanpa hambatan berarti.