Arsenal berpeluang besar mengunci gelar juara Premier League musim ini setelah rival terdekat mereka, Manchester City, tertahan imbang di laga terakhir. Manajer Mikel Arteta kini menuntut konsistensi penuh dari anak asuhnya untuk memenangkan tiga pertandingan sisa demi mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun.
Laju Arsenal menuju takhta juara Premier League kini berada di tangan mereka sendiri. Hasil imbang 3-3 yang diraih Manchester City saat melawan Everton pada Senin lalu memberikan napas lega bagi publik London Utara. Saat ini, The Gunners memimpin klasemen dengan selisih lima poin, meskipun City masih mengantongi satu tabungan pertandingan.
Kondisi ini membuat Arsenal hanya memerlukan tiga kemenangan lagi dari tiga laga tersisa untuk memastikan trofi liga mendarat di Emirates Stadium. Momentum positif ini juga diperkuat dengan keberhasilan mereka melaju ke final Champions League untuk pertama kalinya dalam dua dekade setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.
Mikel Arteta menyadari bahwa tekanan akan semakin besar seiring mendekatnya akhir kompetisi. Pelatih asal Spanyol tersebut meminta para pemain dan pendukung Arsenal untuk tetap tenang dan menikmati setiap proses yang sedang berjalan. Fokus pada detail kecil menjadi kunci utama Arteta dalam mempersiapkan tim menghadapi jadwal padat di bulan Mei.
"Kita semakin dekat dan setiap hal yang kita lakukan sekarang akan menentukan apakah kita akan menang atau tidak," ujar Arteta pada sesi konferensi pers Jumat waktu setempat. "Tetaplah hadir, jalani momen ini, bersiap, dan tunjukkan tingkat energi serta rasa lapar yang sama seperti yang kita tunjukkan sepanjang musim."
Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas West Ham United pada Minggu esok, sebelum menjamu Burnley pada 18 Mei dan menutup musim di kandang Crystal Palace pada 24 Mei. Di sisi lain, Manchester City harus membagi fokus mereka karena masih memiliki jadwal final FA Cup melawan Chelsea di tengah persaingan ketat mengejar Arsenal.
Laga melawan West Ham diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi Arsenal. Tim asuhan Nuno Espirito Santo tersebut sedang berjuang keras keluar dari zona degradasi. Saat ini, The Hammers tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari Tottenham Hotspur yang berada di zona aman.
Nuno Espirito Santo berharap atmosfer London Stadium mampu memberikan tekanan bagi sang pemuncak klasemen. "Tidak ada tempat bersembunyi, bermain di kandang sangat bagus bagi kami. Penggemar memberikan energi ekstra dan itu sangat membantu dalam situasi gugup seperti di akhir musim ini," kata Nuno.
Kekalahan 0-3 dari Brentford pekan lalu membuat posisi West Ham kembali terpojok. Dengan sisa laga melawan Arsenal, Newcastle, dan Leeds, Nuno mengaku tidak ingin memikirkan masa depannya di klub dan hanya fokus pada kelangsungan hidup tim di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Keberhasilan Arsenal melaju ke final Champions League sempat memicu perdebatan di kalangan pengamat. Mantan penyerang Manchester United, Wayne Rooney, menilai selebrasi pemain Arsenal di Emirates Stadium terlalu berlebihan. Namun, legenda klub Ian Wright membela aksi tersebut dan meminta para kritikus untuk membiarkan pemain menikmati pencapaian mereka.
Di kubu lawan, Pep Guardiola tetap optimistis meski timnya baru saja terpeleset saat melawan Everton. Manchester City sempat tertinggal setelah kebobolan tiga gol dalam 13 menit sebelum Jeremy Doku menyelamatkan satu poin penting. City akan menghadapi Brentford, Crystal Palace, Bournemouth, dan Aston Villa di sisa musim ini.
"Saya senang bermain di kandang. Memenangkan pertandingan kami sendiri adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan sekarang," tegas Guardiola. Persaingan gelar juara dipastikan akan tetap sengit hingga pekan terakhir, mengingat City memiliki catatan 11 laga tak terkalahkan sebelum hasil imbang di Goodison Park.