SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersiap memperluas jangkauan energi terbarukannya lewat proyek kincir angin raksasa baru. Investor asal Jerman melalui PT Celebes Bayu Energi, bagian dari grup WPD, telah menyatakan komitmen serius untuk menggarap potensi angin di Bumi Nenek Mallomo. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas hingga 100 Megawatt (MW), melampaui PLTB pertama yang sudah beroperasi di daerah tersebut.
Kepastian investasi ini mengemuka setelah Managing Director PT Celebes Bayu Energi, Gerry Julian, menemui Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan resmi di Kantor Bupati Sidrap tersebut membahas teknis awal serta titik lokasi pengembangan. Berdasarkan hasil pemetaan, proyek ambisius ini akan dipusatkan di dua wilayah strategis di Kecamatan Watang Pulu, yaitu Desa Lainungan dan Kelurahan Lawawoi.
Pihak investor telah menyusun jadwal pembangunan yang terukur untuk memastikan efisiensi proyek. Tahapan konstruksi fisik ditargetkan mulai pada awal 2027. Sementara itu, operasional penuh dan koneksi ke jaringan listrik nasional diproyeksikan terealisasi pada periode 2028 hingga 2029.
"Kami telah memaparkan lokasi, timeline, serta potensi kolaborasi. Dukungan pemerintah daerah adalah kunci utama kelancaran proyek energi bersih ini," ujar Gerry Julian.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut hangat rencana ekspansi energi hijau dari Jerman ini. Menurutnya, kehadiran tambahan kapasitas 100 MW akan memberikan efek domino bagi ekonomi lokal. Selain mempercepat transisi energi di Sulawesi Selatan, proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja baru secara masif, mulai dari masa konstruksi hingga tahap operasional nantinya.
Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga diprediksi akan meningkat signifikan seiring masuknya investasi internasional ini. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan izin dan pendampingan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Langkah ini dianggap krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor global lainnya di masa depan.
"Ini peluang besar. Sidrap sudah dikenal dengan PLTB 75 MW yang diresmikan tahun 2018. Dengan tambahan 100 MW ini, dampak ekonominya akan sangat terasa bagi masyarakat, mulai dari lapangan kerja hingga peningkatan PAD," ungkap Syaharuddin.
Masuknya PT Celebes Bayu Energi sekaligus menegaskan posisi Sidrap sebagai daerah pelopor energi terbarukan di Indonesia. Sinergi antara pemda dan investor diharapkan mampu menjamin pasokan listrik nasional yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi kemaslahatan masyarakat luas.