MAKASSAR — Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Rahman Pina menyatakan rombongan DPP tiba sehari sebelum acara. Lima menteri yang dijadwalkan hadir adalah Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
"Terkait koordinasi dengan pihak DPP Partai Golkar, rombongan pertama akan tiba besok. Tamu VIP kita, 5 menteri yang dijadwalkan hadir," kata Rahman dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Rahman, kehadiran para menteri bukan sekadar seremonial. DPP Golkar memposisikannya sebagai penanda dukungan penuh terhadap proses konsolidasi partai di Sulawesi Selatan.
"Kehadiran para menteri ini menjadi simbol dukungan penuh DPP Golkar terhadap konsolidasi partai di Sulsel," ujarnya.
Ilham Arief Sirajuddin menyebut sekitar 200 pengurus akan dilantik dalam acara tersebut. Jumlah itu dinilai lebih besar dari biasanya, dan disebut sebagai bagian dari strategi menghadirkan kader yang mampu menggerakkan mesin partai di daerah.
"Jumlah pengurus yang tergolong gemuk ini merupakan komitmen pihaknya untuk menghadirkan orang-orang berintegritas dan terbaik bagi partai. Ini jadi simbol dan semangat menggerakkan kader di Sulsel," kata IAS.
Antusiasme kader disebut tinggi karena mereka ingin bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai Golkar. Sejumlah kader bahkan berencana datang bersama rombongan berisi 50 hingga 100 orang, padahal kapasitas gedung terbatas.
IAS memperkirakan pelantikan dan pesta rakyat dihadiri 3.000 hingga 4.000 kader dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Panitia telah mengingatkan soal kapasitas, namun gelombang kedatangan tetap diperkirakan membludak.
"Kami meminta maaf atas nama Partai Golkar karena kemungkinan akan terjadi kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas," katanya.
Konsolidasi organisasi menjadi prioritas kepengurusan baru menghadapi Pemilu 2029. Golkar Sulsel menargetkan Musda di tingkat kabupaten/kota selesai Desember 2026, dimulai 2 November 2026 dari daerah yang sudah siap dan tidak memiliki dinamika internal.
"Konsolidasi organisasi itu dulu, maka Partai Golkar Sulawesi Selatan sudah mengagendakan Musda di kabupaten/kota harus berakhir di Desember 2026," kata IAS.
Setelah Musda kabupaten/kota rampung, konsolidasi berlanjut ke tingkat kecamatan hingga April, lalu ke desa dan kelurahan pada bulan berikutnya. IAS berharap seluruh tahapan selesai sebelum partai masuk agenda penguatan kader.
"Setelah musda kabupaten/kota, kita minta kabupaten/kota menyelesaikan konsolidasi di kecamatan sampai bulan April dan konsolidasi di tingkat desa dan kelurahan satu bulan ke depan," ujarnya.