MAKASSAR — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) tercatat mengalami kenaikan tipis di awal pekan ini. Berdasarkan pantauan laman Logam Mulia pada Senin pukul 09.40 WIB, harga emas Antam naik Rp 2.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.675.000 menjadi Rp 2.677.000 per gram.
Kenaikan ini terjadi di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Meski demikian, pergerakan harga emas hari ini masih tergolong fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global.
Harga Buyback Ikut Naik, Ini Rinciannya
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga tercatat naik ke angka Rp 2.530.000 per gram. Angka ini menjadi patokan bagi nasabah yang ingin menjual kembali emas batangan yang dimilikinya kepada Antam.
Selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp 147.000 per gram merupakan margin yang menjadi bagian dari biaya produksi, administrasi, dan keuntungan perusahaan. Hal ini wajar terjadi pada produk emas batangan bersertifikat.
Potongan Pajak untuk Transaksi Buyback di Atas Rp 10 Juta
Perlu diperhatikan bagi nasabah yang hendak menjual emas batangan dengan nilai transaksi di atas Rp 10.000.000. Setiap transaksi buyback dengan nilai tersebut akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
PPh Pasal 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback. Artinya, nasabah akan menerima dana hasil penjualan setelah dikurangi pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut.
Kebijakan ini merupakan bagian dari regulasi perpajakan yang berlaku untuk transaksi emas batangan di Indonesia. Skema pemotongan langsung ini memudahkan nasabah karena tidak perlu menyetor pajak secara terpisah.
Antisipasi Fluktuasi Harga Emas
Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta ini merupakan harga acuan resmi yang berlaku secara nasional, termasuk untuk wilayah Sulawesi Selatan. Masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas batangan dapat memantau pergerakan harga melalui kanal resmi Antam.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk nilai tukar dolar AS, suku bunga acuan, dan kondisi geopolitik dunia. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum melakukan transaksi jual-beli emas batangan.