GOWA — Penghargaan diterima pada rangkaian Munas VI dan Seminar Nasional serta Expo Pameran Hasil Karya PKBM se-Indonesia yang digelar di Graha Sawung Galing, UNESA Kampus Lidah Wetan, Surabaya. Taufiq Mursad mewakili bupati menerima langsung piagam dari Tuppu Bulu Alam.
Menurut Taufiq, penilaian DPP FK PKBM Indonesia menyorot perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap pendidikan nonformal, terutama pendidikan kesetaraan yang dijalankan pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Kita dapat penghargaan karena Bupati Gowa dianggap sebagai bupati yang memberikan perhatian besar kepada pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan khususnya di PKBM-PKBM,” ujar Taufiq dalam keterangannya.
Perhatian itu terlihat dari rutinitas ujian penyetaraan yang digelar setiap tahun di PKBM-PKBM Kabupaten Gowa. Peserta yang mengikuti ujian paket A, paket B, dan paket C menjalani proses belajar melalui lembaga-lembaga tersebut.
“Setiap tahun dilaksanakan ujian penyetaraan. Jadi disinilah dilaksanakan yang mau ikut ujian paket A, paket B, dan paket C,” ungkapnya.
Taufiq berharap penghargaan ini memicu kembali semangat pengelola PKBM di Kabupaten Gowa untuk terus berkontribusi. Menurutnya, lembaga-lembaga itu punya peran langsung dalam melayani anak-anak yang menempuh jalur pendidikan kesetaraan.
“Harapan kita dengan adanya penghargaan ini akan memicu kembali semangat PKBM-PKBM untuk bisa berkarya berbakti dan peduli terhadap pendidikan anak-anak Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa,” harapnya.
Penghargaan Adhiwidya PNFI Indonesia diberikan DPP FK PKBM Indonesia dalam forum nasional yang mempertemukan pengelola PKBM dari seluruh Indonesia. Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah yang menerima anugerah pada Munas VI tersebut.