MAKASSAR — Dua ajang penghargaan disiapkan Pemkot Makassar untuk menilai kinerja komunikasi publik organisasi perangkat daerah dan partisipasi warga di layanan digital. Makassar Humas Award menyasar OPD, sementara Lontara+ Award ditujukan bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah kota.
Roem menyampaikan hal itu pada Kamis (5/11/2026). Menurutnya, kedua penghargaan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-419 Kota Makassar.
Makassar Humas Award diposisikan sebagai ruang apresiasi sekaligus kompetisi antar-OPD. Penilaian menyoroti cara setiap perangkat daerah menyampaikan informasi program dan kegiatan pemerintah kepada masyarakat.
Sejumlah kategori diperlombakan, di antaranya rilis berita terbaik dan konten terbaik. Ajang ini juga membidik pengelola informasi di tiap OPD, mulai dari fotografer hingga pembuat berita.
"Melalui Humas Award ini, kita ingin mengapresiasi kehumasan yang dilakukan OPD," tutur Roem.
Roem menilai program pemerintah perlu didukung penyampaian informasi yang efektif. Tanpa komunikasi yang baik, manfaat kebijakan sulit diketahui dan dipahami publik.
Penghargaan ini diharapkan mendorong kreativitas pengelola informasi OPD agar lebih aktif mempublikasikan program pemerintah. Dampaknya diharapkan sampai ke warga, bukan berhenti di lingkungan birokrasi.
Berbeda dari Humas Award yang menyasar internal pemerintah, Lontara+ Award diberikan kepada masyarakat. Penghargaan ini mengapresiasi warga yang berpartisipasi dalam pemanfaatan layanan digital Pemkot Makassar.
Kedua ajang berjalan di bawah koordinasi Diskominfo Kota Makassar. Rincian jadwal penilaian dan pengumuman pemenang belum disampaikan dalam keterangan tersebut.