MAKASSAR — Rapat Pleno II DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan menghasilkan satu keputusan politik: mendorong Andi Nurhaldin Nurdin Halid maju dalam kontestasi kepemimpinan Partai Golkar Kota Makassar. Forum yang digelar di Aula DPD Partai Golkar Sulsel itu dipimpin langsung oleh Ketua DPD AMPI Sulsel, Andi Nurhaldin NH, bersama jajaran pengurus.
Sejumlah pengurus yang hadir menilai rekam jejak Andi Nurhaldin di dunia organisasi menjadi salah satu alasan utama dorongan tersebut. Mereka berharap komunikasi antarkader, penguatan struktur, dan pembinaan generasi muda tetap menjadi agenda kepemimpinan Golkar di Makassar.
Andi Nurhaldin NH saat ini memimpin DPD AMPI Sulsel. Dalam pleno, ia menekankan pentingnya soliditas dan kesamaan langkah seluruh pengurus sebagai modal menghadapi agenda organisasi ke depan.
"Rapat pleno ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyamakan langkah seluruh pengurus, sekaligus memastikan program kerja berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi tersebut mencerminkan aspirasi yang mengemuka di internal DPD AMPI Sulsel terkait arah kepemimpinan Partai Golkar di Kota Makassar. Dukungan ini juga dibaca sebagai bagian dari dinamika regenerasi dan konsolidasi kader di lingkungan keluarga besar Golkar.
Selain membahas rekomendasi politik, rapat pleno mengevaluasi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD AMPI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Pembahasan itu diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal, memperluas kaderisasi, dan meningkatkan kontribusi AMPI dalam dinamika kepemudaan di provinsi ini.
Pengurus juga mematangkan persiapan sejumlah program kerja. Forum berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk pelaksanaan program organisasi ke depan.
Para pengurus menegaskan komitmen menjaga soliditas, memperkuat kaderisasi, serta membangun koordinasi berkelanjutan di seluruh tingkatan kepengurusan. Melalui forum tersebut, DPD AMPI Sulsel menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan kader muda sekaligus bagian dari dinamika regenerasi kepemimpinan di lingkungan Partai Golkar, termasuk dalam menyikapi agenda politik di Kota Makassar.