Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa APBD untuk 400 Murid SD dan SMP, Prioritaskan Penerima yang Tak Dapat PIP

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:32:31 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyampaikan program beasiswa APBD menyasar 400 murid SD dan SMP dari keluarga membutuhkan.

MAKASSAR — Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyatakan beasiswa daerah tersebut menyasar siswa dari keluarga yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Jumlah penerima ditetapkan 400 orang, terbagi rata antara jenjang SD dan SMP.

“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar,” ujar Achi, Rabu (21/10/2026).

Mengapa Beasiswa Daerah Dibutuhkan

Program ini diposisikan sebagai pelengkap bantuan pendidikan nasional. Siswa yang tidak masuk daftar penerima PIP tetap punya peluang mendapat dukungan biaya melalui anggaran pemerintah kota.

“Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik,” jelas Achi.

Perluasan akses pendidikan juga dikaitkan dengan upaya mencegah pelajar terlibat tawuran antarkelompok yang marak melibatkan anak muda. Dengan biaya sekolah yang lebih ringan, anak diharapkan lebih terarah pada kegiatan positif.

Kuota PIP Makassar 2026 Capai 10.000 Siswa

Selain menyiapkan beasiswa APBD, Pemkot Makassar mengoptimalkan PIP dengan kuota sekitar 10.000 penerima untuk jenjang SD hingga SMA pada 2026. Prioritas diberikan kepada siswa pada kategori desil 1 sampai desil 5.

Besaran bantuan PIP berbeda menurut jenjang: Rp450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 untuk siswa SMP, dan Rp1,8 juta untuk siswa SMA.

Validasi Data Jadi Penentu Penerima

Dinas Pendidikan memadukan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memverifikasi calon penerima. Pencocokan dua basis data itu dimaksudkan agar bantuan jatuh ke siswa yang memenuhi kriteria.

Orang tua dari keluarga kurang mampu diminta berkoordinasi dengan operator sekolah masing-masing. Mereka perlu membawa data yang valid agar sekolah dapat memeriksa dan menyesuaikan data pendidikan dengan data sosial ekonomi.

Mekanisme dan ketentuan lebih lanjut beasiswa APBD masih dalam proses seiring berlangsungnya validasi. Achi berharap perluasan akses bantuan itu meringankan beban keluarga.

“Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi,” harapnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: bentengnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top