Vale Indonesia Boyong UMKM Binaan Sorowako ke Expo HUT Sulsel ke-357 di Makassar, Buka Job Fair Sejak 16 Oktober

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 11:32:31 WIB
Produk UMKM binaan Vale Indonesia dipamerkan pada Expo UMKM dan Kuliner di Lapangan Hasanuddin, Makassar.

MAKASSAR — Produk andalan UMKM binaan Vale Indonesia dipajang di Lapangan Hasanuddin, Makassar, dalam Expo UMKM dan Kuliner. Camilan lokal seperti keripik pisang dan aneka keripik lain, serta hasil anyaman pengrajin Sorowako, menjadi isi stan perusahaan di perayaan HUT Sulsel ke-357.

Vale Indonesia tidak hanya membawa produk. Perusahaan membuka akses kerja bagi warga Sulawesi Selatan melalui job fair yang berlangsung sejak Jumat, 16 Oktober 2026, mencakup lowongan di Vale Indonesia maupun perusahaan mitranya.

Dari Sorowako ke Panggung Provinsi

Produk yang dipamerkan berasal dari wilayah operasional perusahaan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Keripik pisang, aneka keripik lain, dan anyaman pengrajin setempat dipilih karena mewakili usaha rakyat yang tumbuh di sekitar tambang nikel.

Director and Chief of Project Officer Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyebut pengembangan UMKM sebagai salah satu prioritas program pemberdayaan perusahaan. Pelaku usaha lokal dinilai punya peran krusial dalam perjalanan pertumbuhan perusahaan.

"Pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas program pemberdayaan perusahaan," kata Asril dalam keterangan yang dikutip dari bahan berita.

Program pembinaan UMKM disebutnya sebagai bentuk komitmen menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah seiring berkembangnya usaha.

Investasi Luwu Timur dan Serapan Kerja Warga

Asril menambahkan, investasi Vale Indonesia di Luwu Timur turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Dampak positif investasi itu, lanjutnya, perlu diperkuat melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Sinergi tersebut diwujudkan lewat job fair yang menyasar warga Sulawesi Selatan. Lowongan terbuka tidak hanya di Vale Indonesia, tetapi juga di perusahaan mitra yang terhubung dengan rantai operasional tambang nikel.

Ekspor Nikel Sulsel Rp 10,55 Triliun per Agustus 2026

Kontribusi sektor nikel terlihat dari data ekspor. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Aryanto, mengungkapkan ekspor komoditas nikel Sulsel sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai USD 584,16 atau sekitar Rp 10,55 triliun.

Angka itu menyumbang 57,11 persen dari total ekspor year-to-date senilai USD 1,02 miliar, berdasarkan pencatatan BPS Sulsel pada 1 Oktober lalu. Pelabuhan Malili, lokasi pengapalan komoditas nikel, mencatat nilai terbesar di antara pelabuhan di Sulawesi Selatan, yakni USD 581 juta pada periode yang sama.

58 Tahun Beroperasi, Hilirisasi Jadi Arah

Vale Indonesia dikenal sebagai perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi 58 tahun di Indonesia sejak 1968. Perusahaan ini merupakan anak usaha MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining, serta tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Operasi pertambangan dan pengolahan nikel berpusat di Sorowako, Sulawesi Selatan. Proyek pertumbuhan dikembangkan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara untuk mendukung hilirisasi serta penguatan rantai nilai nikel nasional.

Perusahaan menegaskan komitmen menjalankan pertambangan bertanggung jawab dengan mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan operasional maupun pengembangan usaha.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: lutimterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top