MAKASSAR — Disperkimtan Sulsel mencatat bantuan air bersih menyasar kawasan permukiman yang paling parah terdampak keterbatasan akses air. Tujuh kecamatan penerima meliputi Tallo, Makassar, Manggala, Panakkukang, Biringkanaya, Tamalate, dan Bontoala.
Distribusi menjangkau 12 kelurahan: Paccerakkang, Tamalanrea Jaya, Kapasa, Tello Baru, Kaluku Bodoa, Rappokalling, Panampu, Pampang, Bara-Baraya, Maccini, Bunga Ejaya, dan Buloa. Sebanyak 74 ritase pengiriman telah dilakukan sejak 8 September 2026.
Kepala Disperkimtan Sulsel Syamsul S menyatakan penyaluran dilakukan setiap hari di kawasan permukiman yang paling terdampak. Air bersih diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga warga.
"Penyaluran air bersih ini kita lakukan setiap hari di kawasan permukiman yang memang sangat terdampak," kata Syamsul dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Syamsul memastikan distribusi berjalan merata sesuai arahan gubernur. Tim lapangan mengawal penyaluran agar tepat sasaran.
Pemprov Sulsel menggandeng sejumlah instansi dan perusahaan untuk memperluas jangkauan bantuan. Selain Disperkimtan, BPBD Sulsel diterjunkan dalam pendistribusian.
Dukungan lain datang dari Jamkrida Sulsel, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), PT Vale Indonesia, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), dan Pelindo.
Syamsul menegaskan penyaluran akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal. Musim kemarau menjadi penyebab utama krisis air di kawasan pesisir Makassar.
"Distribusi akan terus kita lakukan sampai kondisi kembali normal setelah musim kemarau," ujar Syamsul.
Warga penerima manfaat menyambut baik bantuan Pemprov. Sejumlah warga mengapresiasi upaya penanganan masalah air bersih di kawasan mereka. Tim lapangan memastikan penyaluran berlangsung tepat guna demi kebutuhan sehari-hari masyarakat.