Kualitas Udara Makassar Masuk Zona Merah, PM2.5 Tembus 150 µg/m³ Akibat Karhutla Bone dan Soppeng

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:31:32 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Makassar seiring lonjakan konsentrasi PM2.5 yang menembus 150 µg/m³.

MAKASSAR — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat konsentrasi PM2.5 di Kota Makassar melonjak drastis sejak Selasa (13/10/2026) malam. Sebelumnya, partikulat halus berada di kisaran 80 µg/m³ atau kategori tidak sehat. Kini angkanya menembus 150 µg/m³.

Lonjakan tersebut menempatkan Makassar dalam status sangat tidak sehat. Ketua Kelompok Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, menyebut kondisi itu bertahan hingga Rabu (14/10/2026) pagi.

"Sejak 13 Oktober jam 8 malam hingga pagi hari ini, kami melihat kondisinya masih dalam kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi di atas 150 mikrogram per meter kubik," ungkap Rizky dikutip Rabu (14/10/2026).

Bukan Kiriman Asap dari Kalimantan

Rizky memastikan kabut asap pekat yang menyelimuti Makassar bukan berasal dari Kalimantan. Analisis arah angin menunjukkan pola pergerakan angin tidak lagi mengarah dari Kalimantan ke Makassar.

Polutan justru datang dari titik-titik karhutla di Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia. Angin membawa partikel asap dari daerah-daerah tersebut menuju Kota Makassar.

"Sumber polutannya dari wilayah Sulawesi Selatan seperti Bone dan Soppeng, serta wilayah timur seperti Maluku bagian selatan, tenggara barat, hingga Papua bagian selatan. Angin membawa polutan karhutla tersebut ke Makassar," terangnya.

Kelompok Rentan Paling Berisiko Terpapar PM2.5

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan saat konsentrasi PM2.5 memuncak. BMKG mencatat puncak polutan terjadi pada pagi dan malam hari.

Warga yang biasa berolahraga di luar ruangan diminta menunda aktivitas tersebut. Masker juga wajib dikenakan saat beraktivitas di luar rumah.

"Bagi masyarakat yang biasa jogging atau berolahraga di luar ruangan pada pagi atau sore hari, sebaiknya dihentikan dulu sementara waktu mengingat kondisi udara sangat tidak sehat, serta diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah," pungkas Rizky.

Waspadai Dampak Karhutla Lintas Wilayah

Status sangat tidak sehat ini membuat Makassar masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu (14/10/2026). Polutan lintas wilayah dari karhutla menjadi penyebab utama.

BMKG Wilayah IV Makassar belum menyampaikan perkiraan kapan kualitas udara akan kembali normal. Pemantauan konsentrasi PM2.5 masih berlangsung berkala.

Warga diimbau memantau informasi resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan disarankan tetap berada di dalam rumah selama status zona merah berlangsung.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: berandasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top