MDA dan BPBD Luwu Petakan Titik Rawan Karhutla, Siapkan Posko Induk di Latimojong

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:02:01 WIB
PT Masmindo Dwi Area memaparkan hasil pemetaan titik rawan karhutla kepada BPBD dan instansi terkait Kabupaten Luwu.

LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) memaparkan hasil pemetaan awal sejumlah titik rawan karhutla kepada BPBD, Damkar, dan instansi terkait Kabupaten Luwu. Pemetaan mencakup area sekitar site operasional perusahaan serta titik-titik sumber air yang bisa dijangkau untuk penanganan darurat.

Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menilai potensi risiko sekaligus mengukur kesiapan sumber daya yang tersedia. Koordinasi lintas pihak akan terus diperkuat guna mendukung kesiapsiagaan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Luwu.

BPBD Luwu Sebut Karhutla Tanggung Jawab Bersama

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi inisiatif MDA dalam mendorong upaya mitigasi dan kesiapsiagaan karhutla. Menurutnya, penanganan karhutla melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri, Damkar, hingga masyarakat.

"Mitigasi dan Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat," ujar Andi Baso.

Posko Induk dan Kesiapan Personel Jadi Fokus Pembahasan

Rapat koordinasi juga membahas kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas pihak, serta kebutuhan pembentukan posko kesiapsiagaan di dekat lokasi rawan karhutla. Posko induk dinilai penting sebagai pusat koordinasi, mengingat kondisi geografis dan jarak antarlokasi di Kabupaten Luwu, terutama wilayah Kecamatan Latimojong.

Dari sisi pencegahan, para pihak menekankan pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat soal potensi musim kemarau panjang dan risiko karhutla. Sosialisasi dapat dilakukan lewat pemasangan spanduk di lokasi strategis, penyebaran flyer, dan video animasi singkat melalui media sosial.

Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Disiapkan

Sebagai tindak lanjut, para pihak menyarankan diagendakan Apel Siaga bersama BPBD, Damkar, TNI-Polri, dan unsur terkait lainnya. Dalam kegiatan itu juga akan dilaksanakan simulasi penanganan karhutla untuk memastikan kesiapan personel dan koordinasi di lapangan.

BPBD Luwu akan mendorong aktivasi peran relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah terbentuk di beberapa desa. Keberadaan relawan Destana diharapkan mendukung upaya pencegahan dan respons awal terhadap potensi karhutla di wilayah desa.

MDA Siapkan Peralatan Tangan Pemadam Kebakaran

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyatakan perusahaan siap mendukung langkah tersebut sesuai sumber daya dan kapasitas yang dimiliki. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah pengadaan peralatan tangan pemadam kebakaran untuk penanganan awal di lapangan.

"Langkah ini adalah dukungan kepada para pemangku kepentingan, dan upaya MDA untuk turut menjaga Kabupaten Luwu sebagai ruang hidup bersama masyarakat Kabupaten Luwu" tegas Mustafa.

Melalui langkah tersebut, MDA, BPBD, Damkar, beserta unsur terkait diharapkan membangun kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi. Mulai dari pemetaan wilayah rawan, penguatan peralatan dan sumber daya, edukasi masyarakat, hingga simulasi penanganan di lapangan.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: harian.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top