SULAWESI SELATAN — Daging sapi termasuk bahan MPASI yang boleh dikenalkan sejak bayi berusia 6 bulan, bukan hanya setelah 1 tahun. Kandungan protein, zat besi, dan zinc-nya membantu mengejar berat badan anak yang sempat seret. Berikut 9 resep daging sapi yang praktis diolah di rumah, lengkap dengan bahan dan cara membuatnya.
Dokter anak di Indonesia kerap menyarankan daging sapi masuk ke menu harian begitu si kecil lancar makan padat. Teksturnya bisa disesuaikan dengan kemampuan kunyah anak, dari halus sampai cincang kasar.
Daging sapi menyimpan protein berkualitas tinggi, zat besi heme yang mudah diserap tubuh, dan zinc untuk daya tahan. Ketiganya berperan langsung dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan jaringan, termasuk kenaikan berat badan.
Merujuk panduan What to Expect, daging sapi dan unggas bisa diperkenalkan bersamaan dengan MPASI pertama, sekitar usia 6 bulan. Tidak perlu menunggu anak berusia 1 tahun.
Justru memperkenalkan lebih awal membuat anak terbiasa dengan rasa dan tekstur daging. Zat besi dari daging juga membantu mencegah anemia defisiensi besi yang sering muncul di masa MPASI.
Zat besi dalam daging sapi berperan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan mineral ini bisa membuat anak lemas, mudah rewel, dan nafsu makannya turun.
Zinc di dalamnya menunjang sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu proses pertumbuhan. Sementara proteinnya menjadi bahan baku utama pembentukan otot dan jaringan baru.
Resep ini dikutip dari buku 35 Resep Makanan Tim Saring untuk Bayi dan cukup untuk 2 porsi. Siapkan 2 sdm beras merah, 200 ml santan, 450 ml kaldu sapi, 25 gram daging sapi giling, 25 gram daun bayam merah, 25 gram tomat, dan 1 kuning telur.
Rebus beras dan daging giling dalam kaldu hingga menjadi bubur, lalu masukkan sisa bahan dan masak sampai matang. Setelah dingin, haluskan di blender atau saring dengan saringan kawat sebelum disajikan.
Resep dari buku Resep MPASI Bayi Terfavorit karya Yully Herlina ini menghasilkan sekitar 250 gram camilan. Bahannya 300 gram kentang, 2 sdm mentega, 1/2 siung bawang bombay, 50 gram daging sapi giling, 2 sdm susu bubuk, 100 gram keju cheddar, telur, dan tepung roti.
Kukus kentang lalu tumbuk halus, tumis bawang bombay dan daging hingga matang, campur keduanya dengan susu bubuk. Bentuk bulat dengan isian keju di tengah, celup ke telur kocok, gulingkan di tepung roti, lalu panggang di oven 150 derajat Celsius selama 15-20 menit.
Resep dari buku MPASI 2 in 1 Cihuy! karya Dian Prima dan Yudith Mangiri ini memakai 500 gram daging sapi cincang, 1 sdm bumbu dasar putih, 2 kuning telur, 100 ml kaldu, 8 lembar daun pisang, garam, 4 lembar daun salam, dan 8 iris laos.
Aduk daging dengan bumbu dasar putih, telur, dan kaldu, lalu bagi adonan menjadi dua bagian. Bagian kecil untuk bayi tanpa garam, bagian besar untuk keluarga dengan garam secukupnya. Bungkus dalam daun pisang bersama daun salam dan laos, kukus 30 menit.
Buku Koleksi 120 Resep Masakan Sapi karya Yasa Boga menyajikan versi botok dengan 500 gram daging cincang, 250 ml santan, 2 butir telur kocok, dan 6-8 lembar daun salam.
Bumbu halusnya terdiri dari 6 bawang merah, 2 bawang putih, 1 sdt ketumbar sangrai, 1/2 sdt merica, 1 cm lengkuas, 1 cm kencur, 3 kemiri, 1 sdt garam, dan 1/2 sdt gula. Campur semua dengan daging, santan, dan telur, tuang ke mangkuk tahan panas beralas daun salam, kukus 30-45 menit.
Menu ini memadukan 60 ml beras putih, 1 potong daging sapi giling, 75 ml kaldu sapi, 1 potong tempe, 1 buah wortel, dan 1 ikat bayam. Cuci beras hingga airnya bening, lalu potong tempe dan wortel kecil-kecil.
Masak semua bahan dalam kaldu hingga lunak dan bertekstur tim. Pilih daun bayam yang muda agar lebih mudah dikunyah anak. Sajikan hangat dalam porsi kecil tapi sering.
Campur 100 gram daging sapi giling dengan 1 sdm tepung beras, 1 butir kuning telur, dan sedikit bawang putih halus. Bentuk bulat kecil, rebus dalam kaldu sayuran hingga mengapung dan matang.
Tambahkan potongan wortel dan kacang polong agar anak dapat variasi tekstur. Kuah bening memudahkan anak yang sedang susah makan menelan makanan berkuah.
Tumis bawang putih dan bawang bombay dengan sedikit mentega, masukkan potongan daging sapi kecil, lalu tuang air kaldu. Rebus hingga daging empuk, tambahkan wortel dan kentang yang dipotong dadu kecil.
Masak sampai semua bahan lunak, lalu sajikan dengan nasi lembek. Sup ini cocok untuk anak yang sedang batuk atau pilek karena mudah ditelan.
Haluskan 150 gram daging sapi giling bersama 2 buah kentang kukus, 1 siung bawang putih, dan 1 sdm bawang goreng. Tambahkan 1 kuning telur sebagai pengikat, lalu bentuk bulat pipih.
Kukus perkedel selama 20 menit agar tidak berminyak. Versi kukus lebih aman untuk pencernaan anak dibanding perkedel goreng.
Iris tipis 100 gram daging sapi, rendam sebentar dalam air jeruk nipis agar empuk. Tumis dengan bawang putih cincang, masukkan brokoli yang sudah dipotong kecil, lalu beri sedikit saus tiram khusus anak tanpa MSG.
Tambahkan air sedikit dan masak hingga daging matang sempurna. Sajikan dengan nasi putih lembek atau bubur beras merah.
Bila berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut meski makan cukup, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Gejala seperti pucat, lemas, atau sering sakit juga bisa jadi tanda kekurangan zat besi.
Dokter anak dapat memeriksa kadar hemoglobin dan memberikan suplementasi bila diperlukan. Jangan menambah dosis vitamin atau suplemen sendiri tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Mengolah daging sapi untuk MPASI tidak harus rumit. Pilih satu resep, sesuaikan tekstur dengan usia dan kemampuan kunyah anak, lalu amati reaksinya. Variasi menu dari sembilan pilihan di atas membantu anak mendapat asupan protein, zat besi, dan zinc yang cukup setiap hari.