Tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD Kabupaten Gowa memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas enam hektare di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Sulawesi Selatan. Api yang pertama kali dilihat warga dari ketinggian itu berhasil dikendalikan sepenuhnya tanpa korban jiwa. Pada hari yang sama, dua kebakaran lahan lain juga terjadi di Kecamatan Bontonompo dan Bungaya.
GOWA — Babinsa Koramil 1409-04 Tinggi Moncong, Kopda Muhammad Sukri, menyatakan seluruh titik api di Malino sudah didinginkan dan dikuasai sepenuhnya. Lokasi kebakaran berada di wilayah Lemo-lemo, Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, dengan titik koordinat lintang -5,23950° dan bujur 119,889161°.
"Seluruh titik api berhasil didinginkan dan dikuasai sepenuhnya sore tadi. Tidak ada korban jiwa, maupun kerugian besar yang dilaporkan dalam peristiwa ini," ujar Sukri di Kabupaten Gowa, Rabu.
Warga setempat bernama Marzuki (44) melaporkan melihat api pertama kali dari ketinggian pada Rabu pagi. Laporan itu disampaikan ke Babinsa setempat, yang langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan warga menuju lokasi.
Pemadaman awal dilakukan secara mandiri memakai peralatan yang tersedia, seperti juswater dan pompa manual, untuk menahan laju api agar tidak meluas. Personel pemadam kebakaran dan Manggala Agni yang tiba kemudian memperkuat pemadaman dengan mobil tangki.
Tim gabungan yang terlibat meliputi personel TNI Koramil dan Polsek Tinggimoncong, KSDA wilayah Malino, Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA) Pattapang, BPBD Gowa, serta aparat pemerintah setempat dan warga.
Kebakaran di Malino bukan satu-satunya kejadian pada hari yang sama. Tim gabungan sebelumnya memadamkan karhutla di Lingkungan Baluburu, Kelurahan Kalasekrena, Kecamatan Bontonompo, yang menghanguskan tiga hektare lahan berisi pohon jati, rumput, bambu, dan semak belukar.
Babinsa setempat, Kopda Syahrir, menerima laporan karhutla dan langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta personel pemadam kebakaran. Satu armada mobil pemadam dikerahkan, dan api berhasil dikuasai pada pukul 12.55 WITA.
Di Lingkungan Karengloe, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, kebakaran lahan warga juga terjadi. Babinsa Kelurahan Sapaya, Sertu Abd Azis, bersama pemerintah kelurahan dan masyarakat bergerak cepat memadamkan api agar tidak meluas.
Pemicu kebakaran di Karengloe diduga berasal dari gesekan batang bambu yang menimbulkan percikan api. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar, meski akhirnya berhasil dipadamkan.
Sukri mengimbau warga agar berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok maupun membakar sampah di area lahan dan hutan. Imbauan itu disampaikan mengingat kondisi lahan kering akibat dampak musim kemarau ekstrem.
Warga juga diminta segera melaporkan bila menemukan indikasi atau potensi api yang dapat menyebabkan kebakaran. Tiga kejadian dalam sehari menunjukkan risiko karhutla di Gowa masih tinggi selama musim kemarau.